• Document: Perancangan Wisma Atlet di Kota Malang dengan Penerapan Sistem Ventilasi Alami
  • Size: 1.49 MB
  • Uploaded: 2019-04-17 02:06:26
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Perancangan Wisma Atlet di Kota Malang dengan Penerapan Sistem Ventilasi Alami Riyan Firdaus Putra Anugra1, Heru Sufianto2, Wasiska Iyati2 1Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya 2 Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono 167 Malang 65145, Indonesia Alamat email penulis: riyanfpa@gmail.com ABSTRAK Kenyamanan termal ruang wisma atlet diperlukan untuk menyegarkan kembali kondisi tubuh atlet. Beberapa cara untuk tetap menjaga kualitas udara ruang bisa dengan menggunakan sistem penghawaan buatan maupun alami. Potensi aliran udara pada tapak rancangan sangat berlimpah, oleh karena itu sistem pengkondisian ruang melalui ventilasi menjadi solusi yang diajukan untuk pemecahan permasalahan pengkondisian udara wisma atlet. Rancangan tata ruang bangunan, bentuk bangunan, tata vegetasi juga digunakan sebagai pendekatan pemecahan masalah. Software ansys dipilih untuk digunakan untuk memvalidasi usulan desain wisma atlet. Penerapan pola sirkulasi single loaded corridor, massa bangunan bersudut 45º terhadap arah datangnya angin, penataan pola vegetasi dan jenis vegetasi pengarah angin serta penggunaan tipe jendela vertikal pivot mampu meratakan aliran udara ruangan dan mengkondisikan kecepatan aliran sehingga tercapai kenyamanan termal ruang. Kata kunci: Wisma atlet, ventilasi alami, kenyamanan termal ABSTRACT Thermal comfort of indoor area in athlete dorm needed to refresh the body condition of the athletes. Some ways to maintain the quality of indoor air can be achieved by using artificial or natural thermal system. Potential air flow in the site is very abundant, therefore the air conditioning system through the vent become the proposed solution for solving the problem of thermal comfort in athlete dorm. The design of the building layout, building form, and vegetation arrangement is also used as a problem solving approach. ANSYS was chosen to be used to validate the proposal of athlete dorm design. Application of single-loaded corridor circulation, directing the building mass 45º angle to the direction of the wind, the arrangement of vegetation patterns and the type of wind-directing vegetation, and also the use of vertical pivot window are capable of leveling the indoor air flow and conditioning the flow rate in order to achieve the thermal comfort. Keywords: athlete dorm, natural ventilation, thermal comfort 1. Pendahuluan Kebutuhan kenyamanan termal ruang wisma atlet akan membantu menyegarkan kembali kondisi fisik atlet. Aspek yang berpengaruh adalah kualitas udara yang ada dalam ruangan. Hal ini juga bergantung pada sistem pengkondisian ruang yang digunakan. Maka dari itu, kualitas udara yang nyaman akan mampu memulihkan stamina secara cepat. Kualitas udara dapat dikontrol melalui sistem pengkondisian ruang. Bisa menggunakan sistem penghawaan buatan atau alami. Pada tapak rancangan, aliran udara setempat dapat dimanfaatkan sebagai potensi pengkondisian ruang secara alami. Secara tidak langsung aliran udara tapak dapat diterapkan melalui desain pasif rancangan untuk kenyamanan termal bangunan. Sistem pengkondisian ruang melalui ventilasi alami bertujuan untuk memulihkan stamina atlet secara cepat. Faktor untuk mencapai kondisi tersebut, melalui bukaan jendela yang berfungsi untuk keluar-masuknya udara dari/ke luar bangunan. Tipe jendela menurut Szokolay (2004) dan Moore (1993) ada berbagai macam, dapat digunakan untuk membantu kenyamanan ruang. Kebutuhan jendela juga sebaiknya menyesuaikan SNI Departemen Umun yakni minimal 10% luas tiap ruangan. Aspek lain pendekatan pemecahan masalah antara lain tata ruang bangunan, bentuk bangunan dan tata vegetasi. Untuk memudahkan keluar masuknya angin dalam ruangan, tata ruang dapat menerapkan single loaded corridor (Lechner, 2007). Bentuk bangunan bila orientasinya bersudut 45º terhadap arah angin akan mendapat 59% aliran angin lebih banyak (Robinette, 1983). Sebaiknya juga dapat sejajar searah sumbu timur-barat dengan bukaan menghadap ke utara atau selatan (Satwiko, 2004). Tata vegetasi sebagai elemen lansekap berguna untuk mengarahkan angin menangkap angin dan mengendalikan kenyamanan termal lingkungan (Hakim, 2011). 2. Metode Perancangan wisma atlet ini menggunakan metode deskriptif analisis. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis kondisi tapak, iklim dan lingkungan sekitar dengan survey lapangan untuk merumuskan desain bangunan yang tepat. 2. Merumuskan tinjauan pustaka berkaitan tentang sistem ventilasi alami. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah melalui 4 pendekatan desain, yaitu tata ruang dalam, bentuk bang

Recently converted files (publicly available):