• Document: menyebutkan dunia kerja serta hidup berumah tangga 1. Seniger, menjelaskan bahwa
  • Size: 397.23 KB
  • Uploaded: 2019-01-13 11:07:14
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Siti Aisyah, 11410028, Hubungan Self Esteem dengan Orientasi Masa Depan pada Siswa SMA Kelas XI di SMA Negeri 3 Malang, Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2015. PENDAHULUAN Rencana masa depan dapat menjadikan hidup seseorang jauh lebih terarah dan fokus terhadap tujuan yang ingin diharapkan. Rencana masa depan biasanya dikenal sebagai orientasi masa depan (OMD). Sebagaimana yang disebutkan oleh Nurmi bahwa rencana masa depan berisi tentang lapangan pendidikan, kemudian Havighurst menyebutkan dunia kerja serta hidup berumah tangga1. Seniger, menjelaskan bahwa orientasi masa depan erat kaitannya dengan penetapan, perencanaan dan pengambilan keputusan dalam hidup seseorang untuk masa depan2. Nurmi menambahkan bahwa orientasi masa depan terdiri dari tiga tahapan yaitu, motivasi, perencanaan dan juga evaluasi3. Orientasi masa depan biasanya banyak ditemukan pada individu yang tengah berada diusia remaja. Hurlock (dalam Desmita, 2013) menjelaskan bahwa ketika masa remaja individu sudah mulai memikirkan masa depannya secara serius. 4 Ginzberg (dalam Santrock, 2003) menambahkan ketika remaja memasuki usia 17-18 1 Desmita. Psikologi Perkembangan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013),hlm.199. 2 Angelia Sun Putri. Cinta dan Orientasi Masa Depan Hubungan Romantis Pada Dewasa Muda yang Berpacaran. (Depok: Skripsi Fakultas Psikologi Program Strata 1 Reguler Universitas Indonesia, 2010),hlm.3. 3 Loc. Cit. Jari-Erik Nurmi.( 1991) hlm,2 4 Op. Cit. Desmita (2013),hlm.199 1 tahun hingga awal usia 20-an pilihan terhadap karir akan semakin realistis5. Remaja akan di tempatkan pada pilihan-pilihan dan minat-minat dalam dirinya6. Salah satunya minat terhadap pendidikan bahkan juga pekerjaan7. Akan tetapi seringkali pengambilang keputusan terhadap karir yang dibuat oleh para siswa mengalami proses yang menyulitkan dan tidak terduga. Bahkan banyak dari para siswa yang tidak ikut andil dalam mengeksplorasi pilihan karir sendiri8. Akibatnya, kematangan rencana masa depan yang rendah dapat menjadi penyebab kesalahan dalam pengambilan keputusan terhadap karir, tak terkecuali kesalahan untuk menentukan pilihan pendidikan bagi remaja SMA9. Pada kenyataannya tidak semua remaja telah memiliki rencana tentang masa depannya. Banyak siswa yang cenderung bingung akan kemampuan apa yang mereka miliki untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi maupun bekerja. Siswa masih merasa kebingungan akan melanjutkan ke jurusan apa kelak jika sudah di perguruan tinggi atau bekerja dalam bidang apa jika tidak melanjutkan pendidikan di PT. Jika kemampuan seseorang menjadi tolak ukur kesuksesan maka individu harus mengenal dan menghargai kemampuan dirinya. Mengenali dan menghargai kemampuan diri merupakan aspek penting pada self esteem. Menurut Tafarodi & 5 John W. Santrock. Adolescence Perkembangan Remaja.(Jakarta: Penerbit Erlangga, 2003),hlm.484 6 Hudarta & Dr. Nurlan Kusnaedi. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik (Olahraga dan kesehatan). (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2010). hlm.95. 7 Elizabeth B.Hurlock. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupa, Edisi Kelima. (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980),hlm.220 8 Op.Cit. John W. Santrock.( 2003),hlm.485 9 Loc. Cit. Fitria Wijaya.hlm.2. 2 Swaan kemampuan diri (self compentence) merupakan salah satu aspek dari self esteem10. Morris Rosenberg memperkenalkan cara lain untuk mendefinisikan self esteem sebagai sikap positif ataupun sikap negatif terhadap diri sendiri11. Beberapa penelitian di negara tersebut mendapatkan hasil bahwa self esteem dapat bermanfaat untuk meningkatkan keberhasilan pada siswa. Self esteem diasumsikan dan terbukti mempengaruhi orientasi masa depan seseorang. Menurut Nurmi self esteem yang dimiliki individu berperan dalam mempengaruhi orientasi masa depan mereka di masa mendatang12. Kemudian faktor jenis kelamin juga dapat mempengaruhi tingkat self esteem dan orientasi masa depan bagi remaja. Menurut Ancok, dkk13 wanita seringkali memiliki perasaan kurang mampu. Hal itu juga turut mempengaruhi orientasi masa depan pada individu. Remaja laki-laki lebih memiliki ketertarikan dan lebih bersungguh-sungguh terkait pekerjaan dibanding remaja perempuan14. Pengaruh self esteem terhadap orientasi masa depan juga telah banyak didokumentasikan dalam beberapa penelitian Indonesia. Jika hasil penelitian terdahulu lebih banyak dilakukan pada mahasiswa, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik mengujinya pada siswa SMA kelas XI dengan orientasi masa depan pada 10 Romin W. Tafarodi, Janice Tam & Alan B. Milne. Selective Memory and the Persistence of Paradoxcial Self Esteem. (By the Seciety for Personality and Social Psychology: PSB, Vol.27 No.9.1179-1189, 2001),hlm.1179 11 Christopher J. Murk. Self-Esteem Research, Theory, and Practice. New York: Springer Publishing Company, Inc, 2006). hlm. 16. 12 Siti Rokayah.

Recently converted files (publicly available):