• Document: BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
  • Size: 831.96 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 01:40:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Paparan Data dan Temuan Situs 1 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Pada bagian ini akan dipaparkan data mengenai: (1) Keberadaan public relations di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, (2) Komunikasi yang dijalankan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, (3) Cara membangun citra pondok pesantren Lirboyo Kediri, (4) Proses public relations pondok pesantren Lirboyo Kediri, (5) Temuan penelitian di pondok pesantren Lirboyo Kediri, dan (6) Proposisi yang diperoleh dari pondok pesantren Lirboyo Kediri. 1. Keberadaan Public Relations di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KebFeradaan public relations dalam fokus penelitian ini, peneliti paparkan data di lapangan secara berturut-turut mengenai keberadaan public relations secara formal dalam institusi pondok pesantren Lirboyo, para pelaku public relations, dan berbagai kegiatan yang mengarah pada public relations. Keberadaan public relations dalam suatu lembaga pendidikan merupakan salah satu bagian dari manajemen yang merupakan komponen penyempurna dari suatu organisasi pendidikan atau pendidikan Islam. Suatu organisasi atau lembaga pendidikan, dalam menjalankan kerjanya sebaiknya melibatkan masyarakat. Merupakan suatu keniscayaan apabila dalam menjalin hubungan dengan 217 218 masyarakat tanpa adanya public relations. Demikian pula yang terjadi di pondok pesantren. Sebuah pondok pesantren dapat tetap bertahan di tengah-tengah masyarakat dan era globalisasi sekarang ini, diperlukan pengelolaan fungsi public relations dengan baik, walaupun secara formal tidak nampak. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Maftukhin: Public relations kalau diartikan bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan public, yang meliputi masyarakat secara luas, unsur pemerintah maupun ormas, sebetulnya yang paling sukses dan berhasil adalah justru pondok pesantren. Walaupun pondok pesantren secara struktural mereka tidak mencanangkan bidang/seksi public relations atau kehumasan, namun sebenarnya pondok pesantren justru telah menjalankan fungsi-fungsi dari public relations itu sendiri dan dalam realitanya, pondok pesantren selama ini mampu berdampingan dengan unsur pemerintah, dan mendapat dukungan dari masyarakat 1 Lebih lanjut Maftukhin menyatakan: …tidak ada pesantren terutama salafi yang pernah mendemo kiai atau kebijakan yang ada di pondok pesantren. Apalagi sampai bertindak anarkhis. Dalam catatan sejarah, belum pernah dijumpai santri yang mendemo kiai atau pondoknya. Hal yang senada juga dijelaskan oleh Mustaghfirin, Publik relations di pondok pesantren secara formal tidak ada. Adanya seksi penerangan, yang memberikan informasi mengenai pondok kepada para santri. Termasuk juga melayani para tamu. Kalau public relations dalam arti yang luas belum ada seksi tersendiri, namun secara fungsi sebenarnya makna public relations telah dilaksanakan oleh semua unsur yang ada di pondok pesantren. Kalau masalah perekrutan santri baru, ponpes tidak pernah memasang spanduk ataupun brosur, namun kami melakukan aksi langsung kepada masyarakat. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa kami tidak mempublikasikan secara langsung, namun kami telah menjalankan fungsi-fungsi public relations.2 1 Wawancara dengan Maftukhin, Alumni Ponpes Lirboyo, 18 Mei 2011 2 Wawancara dengan Mustaghfirin, Lurah Ponpes Lirboyo 8 September 2011 219 Murtadho juga menjelaskan, bahwa: Secara formal, kehumasan di pondok pesantren memang tidak ada namun secara fungsi sebenarnya telah dilaksanakan oleh semua unsur yang ada di pondok pesantren. Kalau masalah pencarian santri, ponpes tidak pernah memasang spanduk ataupun brosur, namun kami melakukan aksi langsung kepada masyarakat. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa kami tidak mempublikasikan diri secara langsung, namun ponpes telah menjalankan fungsi- fungsi kehumasan.3 Lebih lanjut Murtadho menjelaskan: Di ponpes ini yang diutamakan memang menuntut ilmunya. Kalau masalah berkiprah di masyarakat (selama masih menjadi santri di pond

Recently converted files (publicly available):