• Document: Eksplorasi Serat Nanas dengan Aplikasi. Sulam Sashiko
  • Size: 393.05 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 15:25:13
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Eksplorasi Serat Nanas dengan Aplikasi Sulam Sashiko Nabila Fasza Program Studi Kriya Tekstil, Institut Teknologi Bandung ABSTRACT Indonesia is a tropical country that has wide variety of flora and fauna. Various kind of plants are used for many needs. Fiber is an important crop that can be used by human after food crops. Beside the fruit is harvested for consumption, pineapple plant left a lot of leaf waste because after two to three harvest time, the old plant will be replace with new plants. This research aims to exploit pineapple fiber as an alternative raw material for textile by applying Sashiko embroidery on the exploration results of pineapple fiber. Design development is done with pineapple fibers exploration by using mango leaves as natural dye and Sashiko embroidery as their surface design. Sashiko embroidery created ornaments that can be used as an aesthetic element in the field of fabric. Sashiko embroidery application on the exploration of pineapple fiber is expected to raise the aesthetic value of order and pineapple fiber with a new structure that is intended for fesyen products. Keywords: natural dyes, natural fibres, pineapples fibre, Sashiko. PENDAHULUAN Disebutkan oleh Kirby dan Doraiswarmy, dkk., dalam Hidayat Indonesia merupakan negara tropis (2008), salah satu tanaman serat yang yang memiliki beraneka macam flora memiliki potensi untuk dikembangkan yang berlimpah. Berbagai jenis yaitu daun-daun tanaman nanas tanaman digunakan untuk banyak (Ananas Cosmosus). Tanaman nanas kebutuhan. Tanaman serat merupakan termasuk famili Bromeliaceae, pada tanaman penting yang dapat umumnya termasuk jenis tanaman dimanfaatkan oleh manusia setelah semusim. Bentuk daun nanas tanaman pangan. Tanaman serat menyerupai pedang yang meruncing memiliki banyak fungsi seperti bahan diujungnya dengan warna hijau baku kertas, tekstil maupun sebagai kehitaman dan pada tepi daun komposit. Namun potensi tanaman terdapat duri yang tajam. Tergantung serat alam di Indonesia sebagai negara dari spesies atau varietas tanaman, tropis belum dimanfaatkan secara panjang daun nanas berkisar antara 55 optimal. sampai 75 cm dengan lebar 3,1 sampai 5,3 cm dan tebal daun antara 0,18 93 Nabila Fasza : Eksplorasi Serat Nanas dengan Aplikasi Sulam Sashiko 94 sampai 0,27 cm. Di samping spesies harga kain pada saat itu tidak atau varietas nanas, jarak tanam dan tejangkau oleh para pekerja di sana. intensitas sinar matahari akan Jahit sulam Sashiko membentuk mempengaruhi terhadap ornamen yang dapat dijadikan sebagai pertumbuhan panjang daun dan sifat elemen estetis pada bidang kain. atau karakteristik dari serat yang dihasilkan. Intensitas sinar matahari Rancangan produk ini ditujukan bagi yang tidak terlalu banyak (sebagian para wanita yang mengerti dunia terlindung) pada umumnya akan fesyen dan peduli terhadap isu menghasilkan serat yang kuat, halus, lingkungan. Pengaplikasian sulam dan mirip sutera. Sashiko pada eksplorasi serat nanas ini diharapkan dapat mengangkat nilai Selain diambil buahnya untuk guna dan nilai estetis serat nanas yang dikonsumsi, tanaman nanas diperuntukan untuk produk fesyen. menyisakan banyak limbah daun karena setelah dua hingga tiga kali Isu-isu yang harus diperhatikan ketika panen tanaman ini akan diganti meneliti tentang Consumer behaviour dengan tanaman baru. Pada adalah psikologi tentang bagaimana umumnya limbah daun nanas cara berpikir, perasaan, alasan, dan dikembalikan ke lahan untuk memilih antara berbagai alternatif digunakan sebagai pupuk. Namun seorang konsumen, psikologi kini limbah tersebut mulai banyak bagaimana konsumen akan diolah untuk diambil seratnya yang dipengaruhi oleh lingkungannya kemudian oleh perajin di P

Recently converted files (publicly available):