• Document: METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN KERAMIK
  • Size: 1 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 06:36:14
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN KERAMIK Pemasangan keramik pada suatu gedung terdiri dari pemasangan keramik didinding dan dilantai. Pemasangan keramik lantai dan dinding sebaiknya pada tahap akhir, untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. Pemasangan keramik lantai dan dinging sebaiknya dilakukan pada tahap akhir sebuah proyek. Hasil akhir pemasangan keramik, baik dinding maupun lantai, sering terlihat tidak presisi. Akibatnya, akan terlihat lantai maupun dinding tidak lurus atau miring. Hal tersebut sangat terkait pada saat pemasangan keramik yang tidak memperhatikan aturan atau kaidah-kaidah pemasangannya. Sudah dapat dipastikan pada awal pemasangannya terjadi sedikit kesalahan yang secara tidak sadar setelah pekerjaan selesai tenyata semua keramik terpasang miring. Oleh karena itu, aturan mengenai pemasangan keramik perlu diperhatikan. A. Metode Pemasangan Keramik Lantai  Persiapan pekerjaan pasangan keramik dinding Alat dan bahan harus diperhatikan sebelum memulai pemasangan keramik, baik untuk dinding maupun lantai. Adapun alat yang dibutuhkan sebagai berikut : 1) Sendok semen, sering disebut cetok yang merupakan alat untuk mengambil semen. 2) Benang marking, digunakan sebagai benang penuntun agar letaknya tidak miring. 3) Waterpass, merupakan alat yang digunakan agar lantai tidak naik turun. 4) Palu karet, merupakan palu dengan kepala yang terbuat dari bahan karet dan berguna untuk memukul keramik pada saat dipasang sehingga benar-benar menempel pada lantai kerja. 1 5) Meteran, berguna sebagai alat ukur panjang, lebar, dan tinggi. 6) Sarung tangan, berguna agar tangan tidak langsung menyentuh semen. 7) Lap, berguna pada saat keramik telah dipasang untuk membersihkan bila ada semen yang masih menempel. Alat-alat di atas sudah lazim dipakai pada saat pemasangan keramik dan mudah didapatkan terutama di toko-toko bahan bangunan. Sementara bahan yang dibutuhkan sebagai berikut: 1) Pasir, merupakan bahan bangunan yang dipakai sebagai penghubung antara dasar dan permukaan keramik yang sering disebut agregat halus. 2) Keramik, merupakan bahan bangunan yang berfungsi sebagai penutup lantai dan dinding. 3) Bahan perekat, berupa semen yang digunakan untuk adukan bersama pasir. 4) Bahan pengisi naat atau tile grout, merupakan bahan yang digunakan untuk menutup lubang antar keramik yang baru dipasang. Bahan ini dapat dibeli di toko bahan bangunan. 2  Pembuatan Lantai Kerja (Lantai Dasar) Lantai sebuah bangunan umumnya dikerjakan pada terakhir kalau seluruh bangunan sudah selesai. Mengapa demikian? Bila lantai sudah dikerjakan terlebih dahulu maka kemungkinan lantai rusak karena kejatuhan potongan-potongan bahan bangunan lainnya akan sangat sulit dihindarkan, termasuk juga tetesan- tetesan cat. Namun, lantai kerja perlu disediakan sebelum keramik dipasang. Syarat penting bagi lantai kerja antara lain rata, cukup keras sehingga tidak mudah amblas, dan kering. Lantai kerja atau lantai dasar berguna sebagai perletakan sebelum keramik dipasang. Lantai kerja dibuat setebal minimum 5 cm. Lantai kerja ini dibuat dari adukan semen dan pasir dengan perbandingan bahan 1 sak semen : 4 sak pasir. Adukan ini diletakkan di atas lapisan pasir yang sudah dipadatkan. Agar permukaan menjadi rata dan datar, biarkan lantai kerja tersebut kering dan mengalami proses penguapan sempurna. Bila perlu, biarkan lantai kerja yang sudah rata tersebut selama minimal 3 hari. 3  Tahap Pemasangan Keramik Pada saat pemasangan keramik, perlu ketelitian. Pemasangan keramik pada lantai dan dinding memiliki proses yang sama. Berikut diberikan tahapan pemasangan keramik untuk lantai. 1) Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik juga harus dalam keadaan bersih, cukup kering dan rata air. 2) Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan / tangga / dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding dimulai dari tulangan ini. 3) Siapkan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa adukan semen. Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik permukaan dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding yang terpasang. Perbandingan adukan dan ketebalan rata-rata yang dianjurkan adalah: Untuk lantai, Semen : Pasir = 1:6, dengan ketebalan rata-rata : 2 - 4 cm 4 4) Rendam keramik dalam air bersih agar kotoran yang melekat pada keramik terlepas dan memperkuat atau menambah daya lekat keramik. 5) Keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat dudukan/tatakan keramik setelah proses perendaman selesai. 6) Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk seluruh kesatuan peil didalam ruangan. 5 7) Pasang benang arah horizontal dan vertikal pa

Recently converted files (publicly available):