• Document: PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH VENA MENGGUNAKAN METODE ELEKTRODA DAN GOD-PAP DENGAN METODE HEKSOKINASE
  • Size: 261.62 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 20:25:19
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH VENA MENGGUNAKAN METODE ELEKTRODA DAN GOD-PAP DENGAN METODE HEKSOKINASE Oleh Agustiana Dwi Indah V. Prodi Analis Kesehatan-AAKMAL Malang ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolisme kronis yang terjadi karena berbagai penyebab, ditandai oleh kadar glukosa darah lebih tinggi daripada normal, disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Apabila tidak terkendali, penyakit ini akan menimbulkan penyulit fatal berupa kerusakan, penurunan fungsi ataupun kegagalan berbagai organ tubuh seperti jantung, ginjal, mata, system saraf dan pembuluh darah (Direktorat Laboratorium Kesehatan, 2005). Dari hasil penelitian terhadap 30 pasien diperoleh hasil rata-rata kadar glukosa darah vena menggunakan metode elektroda adalah 219,77 mg/dl, metode GOD-PAP adalah 211,13 mg/dl dan metode Heksokinase adalah 212,13 mg/dl. Dari uji statistik yang telah dilakukan, didapatkan nilai signifikan 0,932 dimana nilai signifikan > 0,05 sehingga Hipotesa nol diterima. Artinya tidak didapatkan perbedaan yang signifikan diantara ketiganya. Hal ini berarti bahwa pemeriksaan kadar glukosa darah vena dengan menggunakan metode elektroda bisa dan layak digunakan untuk diagnosa diabetes mellitus pada kasus cyto karena tidak memberikan perbedaan yang bermakna bila dibandingkan dengan metode referen yaitu metode Heksokinase. Demikian juga metode GOD-PAP bisa digunakan alternatif karena hasilnya masih sebanding dengan metode referen karena pertimbangan efisiensi harga reagent. PENDAHULUAN Glukosa darah merupakan karbohidrat dalam bentuk monosakarida yang terdapat dalam darah (Baron,1984). Konsentrasi glukosa darah normal seseorang yang tidak makan dalam waktu 3 atau 4 jam yang lalu sekitar 90 mg/dl. Bahkan setelah konsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat sekalipun, konsentrasi ini jarang meningkat diatas 140 mg/dl kecuali orang tersebut menderita Diabetes Melitus. Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama untuk sel sel tubuh. Pengaturan konsentrasi glukosa darah erat hubungannya dengan hormon insulin dan glukagon (Guyton, 1997). Tes glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus terdiri dari tes saring, tes diagnostik dan pengendalian. Tes saring tujuannya untuk mendeteksi kasus Diabetes Melitus sedini mungkin. Biasanya digunakan GDS dan glukosa urine. Tes diagnostik tujuannya untuk memastikan diagnosa Diabetes Melitus pada individu dengan keluhan klinis Diabetes Melitus atau mereka yang terjaring pada tes saring penderita. Tes pengendalian tujuannya memantau keberhasilan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi (Hardjono, 2003). Pengaturan besarnya konsentrasi glukosa pada orang normal sangat sempit, pada orang yang sedang berpuasa kadar glukosa darah hanya 80 dan 90 mg/dl darah yang diukur pada waktu sebelum makan pagi. Konsentrasi ini meningkat menjadi 120-140 mg/dl selama jam pertama atau lebih setelah makan. Organ –organ yang berpengaruh antara lain: a. Hati Hati berperan dalam metabolisme karbohidrat.Karbohidrat yang telah dicerna menjadi monosakarida (glukosa)diserap darah ke hati lewat vena porta.Di dalam hati monosakarida (glukosa) di ubah menjadi glikogen(glikogenesis) dan disimpan dalam hati bilamana diperlukan.tetapi bila dibutuhkan glikogen akan dirubah menjadi glukosa dilepaskan secara 87 spontan kedalam darah.hati juga mampu mensintesa glukosa dari protein dan lemak (glikoneogenesis)(Price & Wilson,2005) b. Pankreas Pankreas merupakan organ yang berfungsi sebagai kelenjar endokrin eksokrin.sebagaikelenjar endokrin terutama berperan dalam terjadinya diabetes.sebagai kelenjar eksokrin mengeluarkan enzim kuat yang berguna untuk mencerna karbhidrat,protein,dan lemak dalam makanan (price & Wilson,2005). Pada orang normal pankreas mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan jumlah insulin yang dihasilkan dengan intake karbohidrat ,tetapi pada penderita diabetes fungsi pengaturan ini hilang sama sekali (www.geogle.com/pankreas/index.html) Faktor faktor hormon yang berpengaruh Glukosa darah berada dalam keseimbangan dan yang mengatur secara hormonal adalah : a. Hormon tiroid hormon ini harus dipandang sebagai hormon yang mempengaruhi glukosa darah.terdapat bukti bukti eksperimental bahwa tiroksin mempunyai kerja diabetogenik dan bahwa tindakan tiroidektomi menghambat perkembangan diabetes.Pada manusia kadar gula puasa tampak naik diantara pasien pasien hipotiroid.Meskipun demikian ,pasien hipertiroid kelihatannya menggunakan glukosa dengan kecepatan yang normal atau meningkat,sedangkan pasien dengan hipotiroid mengalami penurunan kemampuan dalam menggunakan glukosa .(Murray 2003) b. Hormon insulin Ho

Recently converted files (publicly available):