• Document: BAB III PERENCANAAN HYDRANT
  • Size: 408.84 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 16:59:25
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Tugas Akhir BAB III PERENCANAAN HYDRANT Dalam perencanaan hydrant, terlebih dahulu harus diketahui spesifikasi dan jenis bangunan yang akan digunakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pemasangan instalasi hydrant dan pemilihan jenis pompa juga factor-faktor yang dapat menimbulkan bahaya terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh kontruksi dari bangunan tersebut. Standarisasi pemasangan hydrant pada gedung, harus mengacu pada Peraturan Daerah (PERDA) dan Dinas Kebakaran Daerah untuk memenuhi persyaratan klasifikasi bangunan berdasarkan tingkat kebakaran. 3.1 Klasifikasi Bangunan Berdasarkan Tingkat Kebakaran Klasifikasi bangunan berdasarkan tingkat kebakaran dibedakan menjadi : a. Hunian dengan Bahaya Kebakaran Ringan (Ligth hazard Occupancies) diantaranya adalah : • Rumah Ibadah • Bangunan Pendidikan • Rumah Sakit • Perpustakaan • Musium • Perumahan Universitas Mercu Buana Teknik Mesin 35 Tugas Akhir b. Hunian dengan Bahaya Kebakaran Sedang (Ordinary hazard Occupancies) kelompok 1 diantaranya adalah : • Parkir untuk mobil dan ruang pamer • Pabrik pembuat minum • Pabrik pengalengan • Pabrik pembuat dan pemproses susu • Pabrik elektronik • Pabrik gelas c. Hunian dengan Bahaya Kebakaran Sedang (Ordinary hazard Occupancies) Kelompok 2 meliputi bangunan-bangunan : • Penggilingan produk biji-bijian • Pabrik kimia sedang • Pabrik gula • Pabrik destilasi • Pencucian dengan sistem kering / kimia • Penggilingan makanan ternak • Pabrik pengolahan bahan kulit • Pabrik Permesinan • Pabrik pekerjaan metal • Pusat perdagangan • Pabrik pemproses kertas • Penerbitan dan percetakan Universitas Mercu Buana Teknik Mesin 36 Tugas Akhir • Bengkel reparasi mobil • Pabrik ban • Pabrik pembuat tembakau • Pabrik pengerjaan kayu dengan mesin d. Hunian dengan Bahaya Kebakaran Besar (Extra hazard Occupancies) Kelompok 1 yang meliputi : • Hanggar pesawat terbang • Ruang fluida hidrolik yang mudah terbakar • Pengecoran • Ekstrusi metal • Pabrik plywood dan papan partikel • Pabrik daur ulang karet • Bangunan pemroses textile • Bengkel dimana dilakukan pekerjaan melapis dengan foam plastik e. Hunian dengan Bahaya kebakaran Besar (Extra hazard Occupancies) Kelompok 2 yang terdiri dari : • Pabrik Asphalt Saturating • Pabrik yang mempunyai kegiatan penyemprotan dengan bahan cair yang mudah terbakar • Pabrik pemproses plastik • Solvent cleaning Universitas Mercu Buana Teknik Mesin 37 Tugas Akhir • Pabrik / bengkel dimana dilakukan pekerjaan varnis dan pengecatan dan pencelupan. Pada perencanaan hydrant ini penulis menganalisa dasar perancangan pada bagunan gedung apartement dengan ketinggian 18 lantai. 3.1.1 Data Bangunan No Lantai Fungsi Luas (m²) Elevasi 1 Lt. Basement 2 R. Pompa, R. Genset, R. Panel, ± 4.729 m² - 8,40 Gudang, Lobby Lift, Parkir 2 Lt. Basement 1 R. Kontrol, R. Gardu PLN, R. STO, R.Trafo/PTM, R. PUTR, ± 4.821 m² - 3,70 R. Kerja STP, Gudang, Lobby Lift. 3 - Lt. Dasar Apartement unit, Tangga ± 892,8 m² + 0,00 kebakaran, Lobby lift, Lobby Entrance, Apartement Koridor, Toilet Umum. - Main Lobby Entrance Gedung. ± 68 m² + 0,00 - Fasilitas Locker, R. Penitipan Anak, Staff, ± 364,5 m² + 0,00 Bangunan Check Point, Koridor, Lobby. 4 - Lantai 1 Apartement Unit, Tangga ± 942,4 m² + 3,30 Kebakaran, Lobby Lift. - R. Fasilitas Finess Center, Aerobic, Koridor. ± 306 m² + 3,30 5 - Lantai 2 Apartement Unit, Tangga ± 942,4 m²

Recently converted files (publicly available):