• Document: Peran perawat dalam pemberian Obat Setiadi
  • Size: 568.79 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 17:03:40
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Peran perawat dalam pemberian Obat Setiadi Pendahuluan Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari cara kerja obat dalamtubuh. Obat adalah senyawa atau campuran senyawa untuk mencegah, mengurangi gejala atau menyembuhkan penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia (joenoes,2001). Penentuan obat untuk pasien adalah wewenang dari dokter, tetapi para perawat dituntut untuk turut bertanggung jawab dalam pengelolaan obat tersebut. Mulai dari memesan obat sesuai order dokter, menyimpan dan meracik obat sesuai order hingga memberikan obat kepada pasien. Memastikan bahwa obat tersebut aman bagi pasien dan mengawasi akan terjadinya efek samping dari pemberian obat tersebut pada pasien. Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan baik didalam maupun diluar negeri sesuai dengan peraturan perundang- undangan (Permenkes, 2010). Perawat adalah seorang yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (UU kesehatan No 23 tahun 1992). Perawat harus mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau dosis yang diberikan di luar batas yang direkomendasikan . Secara hukum perawat bertanggung jawab jika mereka memberikan obat yang diresepkan dan dosisnya tidak benar atau obat tersebut merupakan kontraindikasi bagi status kesehatan klien. Cara pemberian obat yang benar akan memberikan efek dan dampak yang bagus dan efektif kepada proses penyembuhan penyakit. Pemberian obat yang tepat dan sesuai dengan dosis adalah salah satu tanggung jawab penting bagi seorang perawat yang dilakukan di tempat pelayanan kesehatan seperti hal nya rumah sakit dan puskesmas Penggunaan Obat di Rumah Sakit Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional. 1. Peran Dokter, dokter bertanggaung jawab atas diagnosis dan terapi dengan peran sebagai pemesan dengan menulis resep. 2. Peran Apoteker, apoteker bertanggung jawab atas pasokan dan distribusi obat. Selain itu apoteker bertanggung jawab atas pembuatan sejumlah besar produk farmasi seperti larutan antiseptik, dan lain-lain. Peran penting lainnya ialah sebagai narsumber informasi obat.Apoteker bekerja sebagai konsultan spesialis untuk profesi kedokteran, dan memberi nasihat kepada staf keperawatan dan profesi kesehatan lainmengenai semua aspek penggunaan obat, dan memberi konsultasi kepada pasian tentang oabtnya (bila diminta). 3. Peran Perawat, Perawat adalah mata rantai terakhir dalam proses pemberian obat kepada pasien. Perawat yang bertanggung jawab bahwa obat itu diberikan dan memastikan bahwa obat itu benar diminum. Bila ada obat yang diberikan kepada pasien, Peran perawat dalam pemberian obat 1 hal ini harus menjadi bagian integral dari rencana keperawatan. Perawat adalah tenaga kesehatan yang paling tahu tentang kebutuhan dan respons pasien terhadap pengobatan. Misalnya, pasien yang sukar menelan, muntah atau tidak dapat minum obat tertentu (bentuk kapsul), pasien ini harus diperhatikan. Faktor gangguan visual, pendengaran, intelektual, atau motorik, yang mungkin membuat pasien sukar makan obat, harus dipertimbangkan. Rencana perawatan harus mencakup rencana pemberian obat, bergantung pada hasil pengkajian, pengetahuan tentang kerja dan interaksi obat, efek samping, lama kerja, dan program dokter. Prinsip-Prinsip Legal dalam Praktek Keperawatan 1. Malpraktek Malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur operasional. Untuk malpraktek dokter dapat dikenai hukum kriminal dan hukum sipil. Malpraktek kedokteran terdiri dari 4 hal yaitu: a. Tanggung jawab kriminal b. Malpraktek secara etik c. Tanggung jawab sipil d. Tanggung jawab publik Tindakan yang termasuk malpraktek: a. Kesalahan diagnosa b. Penyuapan c. Penyalahgunaan alat-alat kesehatan d. Pemberian dosis obat yang salah e. Alat-alat yang tidak memenuhi standar kesehatan atau tidak steril f. Salah pemberian obat kepada pasien g. Kesalahan prosedur operasi Dampak Malpraktek: a. Merugikan pasien terutama pada fisiknya bisa menimbulkan cacat yang permanen. b. Bagi petugas kesehatan mengalami gangguan psikologisnya, karena merasa bersalah. c. Dari segi hukum dapat dijerat hukum pidana. d. Dari segi sosial dapat dikucilkan oleh masyarakat . e. Dari segi agama mendapat dosa f. Dari etika keperawatan melanggar eitka keperawatan

Recently converted files (publicly available):