• Document: BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  • Size: 930.55 KB
  • Uploaded: 2019-06-13 15:54:44
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hasil Penelitian Terdahulu Bhavar (2008), melaporkan metode High Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) telah dikembangkan untuk determinasi propranolol hidroklorid dari formulasi obat dan sediaan tablet. Penelitian ini menyatakan metode HPTLC sudah memenuhi parameter validasi dan syarat pedoman dari International Conference on Harmonitatia (ICH) dan metode ini dapat digunakan secara berturut- turut untuk penentuan obat dalam tablet denganhasil yang diperoleh nilai LOD sebanyak 0,056 µg, LOQ sebanyak 0,108µg. Penelitian yang dilakukan oleh Satish (2011), menunjukan metode HPTLC dapat digunakan untuk mendeterminasikan propranolol dan diazepam dalam tablet dengan nilai LOD dan LOQ propranolol sebanyak 0,0056 µg dan 0,018µg, recovery sebanyak 100,3 % . Mennicken, et al (2012) dalam penelitiannya menyatakan pengembangan metode HPTLC dalam serum merupakan metode yang akurat dibuktikan dengan nilai LOD dan LOQ sebanyak 0,0597 µgdan 0,180 µg, nilai recovery antara 96,35-98,82% dan nilai RSD tidak lebih dari 4% yang selektif dengan zat yang diuji. Baker, et al(1973) melakukan penelitian dalam plasma manusia untuk menentukan adanya propranolol dalam plasma menggunakan metode gas chromatograpic (GC) dengan hasil yang diperoleh yaitu, Recovery sebanyak 77,8 % dengan jumlah obat pada linearitas berada pada rentang 0,005 - 0,008 µg. Penelitian lain yang dilakukan oleh Quaglio, et al(1993) menggunakan metode gas chromatography with mass spectrometry (GC-MS) diperoleh hasil RSD sebanyak 9,0309%, recovery91,0813%, dengan rentang konsentrasi yang digunakan 0,05 µg. 3 Validasi Metode Analisis..., Ma’rifatun Mukharomah, Fakultas Farmasi UMP, 2017 B. Landasan Teori 1. Propranolol Gambar 2.1 struktur propranolol hidroklorida Depkes RI, 1995 Propranolol hidroklorida merupakan serbuk hablur, putih atau hampir putih, tidak berbau, dan rasa pahit. Kelarutannya larut dalam air dan etanol, sukar larut dalam kloroform, dan praktis tidak larut dalam eter (Depkes RI,1995). Propranolol merupakan suatu obat golongan β - blokeryang efektif terhadap penyakit hipertesi.Propranolol sebagai penghambat adreno reseptor beta yang sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi ringan danhipertensi sedang.Pada hipertensi berat, propranolol berguna dalam mencegah terjadinya reflek takikardia yang sering timbul pada pengobatan dengan vasodilator beta bloker (Katzung, 2007). Propranolol HCl mengalami metabolisme lintas pertama di hati oleh sitokrom P450(CYP)2C19 dan CYP2D6 sehingga bioavaibilitasnya rendah antara 15-23 % pada pemakaian oral. Ekskresi propranolol sebagian diurine (< 4 %) dan sebagian lagi diekskresikan dalam bentuk utuh obat tersebut(Namdeo & Jain,2002).Propranolol hampir diserap sepenuhnya oleh tubuh setelah pemberian oral, mengalami first pass metabolism yang cukup besar dan memiliki kelarutan yang tinggi di dalam lipid serta cepat didistribusikan ke seluruh tubuhdengan jumlah tertinggi ditemukan pada paru- paru, hati, ginjal, otak dan jantung. Propranolol 90 % beredar terikat pada protein plasma dengan waktu paruh (T1/2) 3-6 jam. Konsentrasi teurapetik propranolol dalam plasma berkisar antara 0,05- 1mg/L setelah pemberian oral (Moffat, 2011 : 1974-1976).Efek toksik yang dihasilkan oleh propranolol erat kaitannya dengan kadar propranolol dalam plasma. Kristinsson (1977),menyatakan bahwa Propranol 4 Validasi Metode Analisis..., Ma’rifatun Mukharomah, Fakultas Farmasi UMP, 2017 menghasilkan efek toksik dengan kadar> 2 mg/L dalam plasma dan efek letal dengan konsentrasi >4mg/L dalam plasma. 2. Plasma Plasma darah merupakan bagian cair darah.Cairan ini diperoleh dengan membuat darah tidak beku setelah dilakukan sentrifugasi.Sekitar 90% plasma terdiri dari air,7-8% protein dan dalam plasma juga terkandung garam-garam, karbohidrat, lipid dan asam amino. Plasma berbeda dengan serum, serum adalah plasma yang fibrinogennya telah dihilangkan dengan proses penjendalan, sedangkan plasma diperoleh dengan menambahkan suatu pencegah penjendalan di dalam darah. Bila darah tidak diberi antikoagulan maka terjadilah penggumpalandan bila disentrifuge maka cairan beningnya adalah serum (Munson,1991 :4). Pengukuran obat dalam plasma merupakan panduan yang dapat digunakan untuk penyesuaian dosis ketika suatu obat tidak dapat menghasilkan respon atau untuk mengantisipasi efek toksik yang akan ditimbulkan oleh suatu obat. Pengukuran kadar obat dalam plasma dapat memberi

Recently converted files (publicly available):