• Document: Identifikasi Sifat-Sifat Kuantitatf Pada Kalkun... Fauzy Eka Ferianto
  • Size: 206.39 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 11:05:07
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Identifikasi Sifat-Sifat Kuantitatf Pada Kalkun .........................................Fauzy Eka Ferianto IDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT KUANTITATIF KALKUN (Meleagris gallopavo) JANTAN DAN BETINA DEWASA IDENTIFICATION OF QUANTITATIVE TRAITS OF ADULT MALE AND FEMALE TURKEYS (Meleagris gallopavo) Fauzy Eka Ferianto*, Iwan Setiawan**, Wiwin Tanwiriah** Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran *Alumni Fakultas Peternakan Unpad Tahun 2015 **Staf Pengajar Fakultas Peternakan Unpad e-mail: ferryfauzy92@yahoo.com ABSTRAK Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 20-28 Februari 2015 di Peternakan Kalkun Mitra Alam yang berlokasi di Desa Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat-sifat kuantitatif pada kalkun (Meleagris gallopavo) jantan dan betina dewasa yang dipelihara di Peternakan Kalkun Mitra Alam. Penelitian dilakukan secara deskriptif menggunakan kalkun dewasa yang telah berumur di atas 7 bulan sebanyak 7 ekor jantan dan 24 ekor betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalkun jantan dewasa mempunyai rataan bobot badan sebesar 5,70±0,41 kg, panjang paruh 2,36±0,14 cm, lebar paruh 1,71±0,15 cm, lebar kepala 4,86±0,66 cm, panjang leher 27,37±2,41 cm, panjang snood 7,00±2,20 cm, panjang punggung 28,78±3,47 cm, panjang dada 19,14±5,06 cm, lebar dada 21,93±1,07 cm, panjang paha 22,81±1,22 cm, panjang shank 15,23±0,34 cm, dan lingkar shank 5,70±0,39 cm. Pada kalkun betina dewasa rataan bobot badan 3,14±0,49 kg, panjang paruh 2,14±0,12 cm, lebar paruh 1,51±0,22 cm, lebar kepala 3,68±0,26 cm, panjang leher 19,91±2,37 cm, panjang snood 1,47±0,96 cm, panjang punggung 24,49±2,37 cm, panjang dada 14,11±1,52 cm, lebar dada 18,74±1,14 cm, panjang paha 17,25±0,91 cm, panjang shank 12,30±0,97 cm, lingkar shank 4,68±0,25 cm, dan jarak tulang pubis 4,22±1,18 cm. Kata Kunci : Kalkun, Sifat Kuantitatif. ABSTRACT This research was conducted on February 20-28th, 2015 at Mitra Alam Turkey Farm, Sukoharjo 1, Pringsewu, Lampung. The aimed of this research was to identifies the quantitative traits of adult male and female turkeys at Mitra Alam Turkey Farm. This research used descriptive method. The object of this research was 7 males and 24 females turkeys above 7 month old. The result showed that average weight of adult male turkeys are 5,70±0,41 kg, beak length 2,36±0,14 cm, beak width 1,71±0,15 cm, head width 4,86±0,66 cm, neck length 27,37±2,41 cm, snood length 7,00±2,20 cm, vertebrae length 28,78±3,47 cm, breast length 19,14±5,06 cm, breast width 21,93±1,07 cm, femur length 22,81±1,22 cm, shank length 15,23±0,34 cm, and shank diameter 5,70±0,39 cm. Average weight of female turkeys are 3,14±0,49 kg, beak length 2,14±0,12 cm, beak width 1,51±0,22 cm, head width 3,68 ±0,26 cm, neck length 19,91±2,37 cm, snood length 1,47±0,96 cm, vertebrae length 24,49±2,37 cm, breast length 14,11±1,52 cm, breast width 18,74±1,14 cm, femur length 17,25±0,91 cm, shank length 12,30±0,97 cm, shank diameter 4,68±0,25 cm, and pubis bone distance 4,22±1,18 cm. Keywords : Turkey, Quantitative traits. Identifikasi Sifat-Sifat Kuantitatf Pada Kalkun .........................................Fauzy Eka Ferianto PENDAHULUAN Kalkun merupakan salah satu jenis aneka ternak unggas yang mulai dikembangkan sebagai sumber protein hewani karena mempunyai keunggulan disamping dagingnya yang lezat juga berprotein tinggi, kandungan lemak, dan kolesterolnya sangat rendah jika dibandingkan dengan daging ayam kampung dan daging ternak lainnya. Namun masyarakat Indonesia pada umunya belum banyak mengenal budidaya kalkun. Hal ini disebabkan oleh populasi kalkun yang masih relatif sedikit, kurangnya sosialisasi untuk mengkonsumsi daging kalkun serta keterbatasan bibit kalkun yang baik menjadi salah satu alasan kalkun belum berkembang (Rasyaf dan Amrullah, 1983). Salah satu kegiatan yang ditujukkan untuk menghasilkan bibit dalam pengembangan populasi kalkun dan mendapatkan Day Old Turkey (DOT) yang baik adalah dengan penetasan. Untuk mendapatkan DOT yang baik tersebut, maka telur yang digunakan untuk penetasan harus berasal dari induk kalkun dan pejantan kalkun yang baik dan terseleksi. Seleksi merupakan upaya untuk meningkatkan mutu genetik ternak yang sekaligus menjaga kemurniannya. Program seleksi ini akan efektif jika telah diketahui parameter- parameter sifat kualitatif dan kuantitatif yang bernilai ekonomis. Parameter ini menunjukkan kriteria seleksi yang akan digunakan sehingga diperoleh ternak yang mempunyai keunggulan genetis dan adaptif sehingga memberikan manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Sifat kuantitatif adalah sifat yang dapat diukur dimana sifat ini dikendalikan oleh banyak gen dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan (Hadjosubroto,1994). Ukuran-ukuran tubuh dapat memberikan gambaran eksterior seekor ternak dan dapat dijad

Recently converted files (publicly available):