• Document: MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SWISHMAX SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK SISWA SD YANG BERKESULITAN BELAJAR PADA MATERI BANGUN RUANG ABSTRAK
  • Size: 1.21 MB
  • Uploaded: 2019-02-13 16:18:39
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Media Pembelajaran Animasi Swishmax sebagai Alternatif untuk Siswa SD yang Berkesulitan Belajar pada Materi Bangun Ruang MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI SWISHMAX SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK SISWA SD YANG BERKESULITAN BELAJAR PADA MATERI BANGUN RUANG Septi Fajarwati Dosen Amik BSI Purwokerto sefa.semangat45@yahoo.com ABSTRAK Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk membuka wacana pentingnya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Selain itu juga untuk membantu guru matematika dalam usaha mencari bentuk pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif dan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru, khususnya guru matematika, dan sebagai salah satu alternatif pembelajaran. Data yang digunakan dalam penyusunan jurnal ini diperoleh melalui metode pustaka. Adapun Analisis data dalam penyusunan jurnal ilmiah ini menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang bersumber dari literatur atau kepustakaan, dapat disimpulkan bahwa : (1) Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar berfungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Selain itu, dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan belajar. Media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai.(2) Mengingat tuntutan terhadap penguasaan materi bangun ruang di kelas V SD semester dua memerlukan penalaran yang cukup tinggi dan agar tujuan pembelajaran matematika dapat tercapai optimal, maka dalam menyajikan materi bangun ruang, guru hendaknya menyajikan sebuah pelajaran dengan tepat, jelas, menarik, menyenangkan, efektif dan efisien. (3) Penggunaan model pembelajaran langsung dengan media animasi swishmax sebagai alternatif pemecahan masalah untuk siswa SD yang berkesulitan belajar pada materi bangun ruang. Kata Kunci : Materi bangun ruang, media pembelajaran, program animasi swishmax. PENDAHULUAN Dalam proses belajar mengajar ada dua unsur yang sangat penting dimiliki oleh seorang guru yaitu metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek itu saling berkaitan, pemilihan salah satu metode mengajar tentu akan mempengaruhi jenis media yang sesuai (Arsyad: 1997). Pemakaian media pengajaran dalam proses mengajar berfungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang Jurnal Probisnis Vol 9 No. 1 Februari 2016 38 ISSN : 1979 – 9268 e-ISSN : 2442 - 4536 Media Pembelajaran Animasi Swishmax sebagai Alternatif untuk Siswa SD yang Berkesulitan Belajar pada Materi Bangun Ruang disampaikan guru. Selain itu, dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan belajar. Media pendidikan yang digunakan dalam proses belajar mengajar dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Harjanto: 1997). Oleh karena itu tugas dan tanggungjawab seorang guru adalah mengelola pengajaran agar lebih efektif, dinamis, efisien dan positif. Hal tersebut dapat terlaksana apabila kesadaran dan keterlibatan antara guru dan siswa berinteraksi secara proposional. Karena gurulah secara langsung mengadakan interaksi dengan siswa dalam rangka mempengaruhi untuk membina, melatih, dan membimbing serta mengembangkan kemampuan agar dapat mencapai hasil yang optimal atau dengan kata lain siswa tersebut mencapai prestasi yang lebih baik. Menurut Suyanto (2006) penyebabnya karena guru masih kurang memahami kemauan siswa dan juga kurangnya sarana dan kreativitas guru dalam mengajar. Kebanyakan metode yang diterapkan masih monoton. Guru berbicara di depan kelas, murid menyalin rumus serta menjawab atau mengerjakan apa yang guru perintahkan. Guru hanya ingin dapat menyampaikan semua materi pelajaran matematika sesuai dengan target waktu tanpa mau melihat, apakah murid- muridnya telah mengerti tahap-tahap materi yang diajarkan. Di sisi lain, banyak kalangan pelajar menganggap bahwa belajar merupakan aktivitas yang tidak menyenangkan, khususnya untuk pelajaran matematika. Ruseffendi (1984) menyebutkan bahwa matematika bagi anak-anak pada umumnya merupakan pelajaran yang tidak disenangi, kalau bukan pelajaran yang dibenci. Mereka menilai pelajaran matematika sangat sulit dipahami dan dimengerti, sehingga banyak siswa yang tidak suka dengan pelajaran matematika dan mereka berusaha untuk menghindari bilangan dan operasi bilangan-bilangan. Salah satu penyebabnya adalah cara mengajar guru tidak cocok baginya. Guru hanya mengajar dengan satu metode yang kebetulan tidak cocok dan sukar dimengerti oleh siswa. Hal tersebut menjadi tantangan bagi guru sebagai ujung tombak di bidang pendidikan agar matematika yang dianggap menakutkan menjadi pelajaran yang d

Recently converted files (publicly available):