• Document: BAB III LANDASAN TEORI. A. Prinsip Dasar. B. Hidrometri
  • Size: 512.18 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 06:02:25
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB III LANDASAN TEORI Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pengujian secara langsung di Sungai Progo, mengenai fenomena angkutan sedimen dasar bed load yang terjadi di Sungai Progo. Kegiatan ini dilakukan ntuk mendapatkan data muatan sedimen bed load dan gradasi butiran bed load. A. Prinsip Dasar Prinsip dasar angkutan sedimen adalah untuk mengetahui keadaan sedimen pada kondisi seimbang, erosi, maupun sedimentasi juga untuk memprediksi jumlah angkutan sedimen pada proses tersebut. Proses ini terjadi secara alami yang disebabkan karena adanya gaya geser aliran serta diameter butran sedimen. Angkutan sedimen dapat menyebabkan perubahan dasar sungai. Besar kecilnya debit aliran sungai dapat mempengaruhi terjadinya erosi atau pengendapat pada tebing kanan dan kiri sungai. B. Hidrometri Hidrometri adalah cabang ilmu (kegiatan) pengukuran air atau pengumpulan data dasar bagi analisis hidrologi (Harto, 1993). Dalam sehari-hari, kegiatan hidrometri pdada sungai dapat diartikan juga sebagai kegiatan mengumpulkan data sungai, baik yang menyangkut debit air sungai maupun ketinggan muka air serta sedimentasi atau unsur aliran lain. Ada beberapa macam pengukuran yang dilakukan dalam kegiatan hidrometri ialah sebagai berikut: 1. Pengukuran Kecepatan Aliran Kecepatan aliran merupakan komponen aliran yang sangat penting. Hal ini di sebabkan oleh pengukuran debit secara langsung pada suatu penampang sungai tidak dapat dilakukan. 14 15 Gambar 3.1 Metode Pengukuran Kecepatan Aliran dengan Pelampung Kcepatan ini di ukur dalam dimensi satuan panjang setiap satuan waktu, umumnya dinyatakan dalam satuan meter per detik (m/d). pengukuran kecepatan aliran dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya alaha pengukuran menggunakan pelampung (float). Pelampung digunakan sebagai alat pengukuran kecepatan aliran apabila diperlukan kecepatan aliran dengan tingkat ketelitian yang relatif kecil. Hitung kecepatan aliran sungai dengan mengalikan antara jarak titik pengamatan dengan waktu tempuh rata ā€“ rata. šæ š‘‰= (š‘š/š‘‘) .............................................................................(3.1) š‘” Keterangan : L =jarak t = waktu 16 2. Pengukuran Tinggi Muka Air Pengukuran luas penampang memerlukan tinggi muka air, pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan cara, tergantung dari kondisi aliran sungai yang akan diukur, salah satunya menggunakan tongkat / papan yang sisinya terdapat rambu ukur. Gambar 3.2 Tinggi Muka Air ( Potongan Melintang ) 3. Pengukuran Lebar Aliran Permukaan Pengukuran lebar aliran juga digunakan untuk mengetahui lebar dasar saluran yang nantinnya digunakan mendapatkan luas penampang. Pengukuran lebar aliran dilaksanakan mengguakan alat ukur lebat. Pengukuran lebar aliran dilaksanakn menggunakan alat ukur lebar, pengukuran lebar saluran menggunakan meteran (oddo meter atau meteran roda). Gambar 3.3 Lebar Saluran (Potongan Mellintang) 17 4. Pengukuran Debit Debit (discharge), atau besarnya aliran sungai (stream flow) adalah volume aliran yang mengalir melalui suatu penampang melintang sungai persatuan waktu debit dinyatakan dalam satuan m3/d atau liter/detik. Aliran adalah pengerakkan air di dalam alur sungai. Pada dasarnya perhitungai debit adalah pengukuran luas penampang, kecepatan aliran, dan tinggi muka air, š‘„ = š“. š‘£................................................................................(3.2) Keterangan : Q = debit (m3/d) A = luas penampang (m2) v = kecepatan aliran rata-rata (m/d) Nilai A (luas penamang aliran diambil setiap 15m) agar didapat kondisi yang lebih mendekati kondisi asli lapangan maka menggunakan persamaan: š“ = ā„Ž (š‘ + š‘š š‘„ ā„Ž) ...........................................................(3.3) Keterangan : A = luas penampang (m2) h = kedalaman aliran (m) b = lebar dasar aliran (m) m = kemiringan tebing (vertikal: horizontal) Dengan demikian perhitungan debit adalah pengukuran dan perhitungan kecepatan aliran, lebar aliran dan pengukuran tinggi muka air yang akan digunakan untuk perhitngan luas penampang. 18 C. Berat Jenis Sedimen Tujuan percobaan ini adalah u

Recently converted files (publicly available):