• Document: KONTRIBUSI PERSEPSI DAN MOTIVASI IBU DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PEDESAAN. Lilik Hidayanti 1, Nur Lina
  • Size: 183.35 KB
  • Uploaded: 2019-05-18 00:36:39
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

KONTRIBUSI PERSEPSI DAN MOTIVASI IBU DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PEDESAAN Lilik Hidayanti1, Nur Lina ABSTRAK Pemberian ASI secara eksklusif memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu, namun ada beberapa kendala yang terjadi dalam pemberian ASI Eksklusif salah satunya adalah persepsi ibu yang merasa bahwa produksi ASI nya tidak mencukupi kebutuhan bayi. Oleh karena itu, motivasi yang kuat serta usaha yang dilakukan terus menerus oleh ibu untuk dapat memberikan ASI kepada bayinya sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kontribusi persepsi dan motivasi Ibu dalam peningkatan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah pedesaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel sebanyak 62 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada masyarakat pedesaan ibu memiliki persepsi yang baik (59,6%) mengenai pemberian ASI kepada bayinya berjumlah hampir sama dengan ibu yang memiliki persepsi tidak baik (40,4) untuk memberikan ASI kepada bayinya. Sebagian besar ibu memiliki motivasi yang kuat (87,1%) untuk memberikan ASI kepada bayinya. Status pemberian ASI secara eksklusif hampir sama antara responden yang memberikan ASI secara eksklusif (55,8%) dan tidak eksklusif (54,2) di wilayah pedesaan. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara peserpsi (p value :0,001) dan motivasi ibu (p Value : 0,039) mengenai pemberian ASI kepada bayinya dengan status pemberian ASI Eksklusif pada masyarakat 2 pedesaan. Hasil regresi logistik diperoleh nilai R sebersar 0,031 sehingga dapat diartikan bahwa persepsi dan motivasi ibu dalam menyusui bayi memberikan kontribusi sebesar 31 % terhadap pemberian ASI secara eksklusif pada masyarakat di wilayah pedesaan. Saran yang direkomendasikan dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya untuk dapat merubah persepsi ibu mengenai pemberian ASI terlebih pemberian ASI secara Eksklusif melalui KIE secara kontiyu dan terstruktur Kata Kunci : Persepsi, Motivasi, ASI eksklusif, ibu, bayi PENDAHULUAN Pada saat ini khususnya di kota–kota besar terdapat kecenderungan adanya penurunan pemberian ASI, hal ini dikhawatirkan akan meluas ke pedesaan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan pemberian ASI Eksklusif sangat penting dan mendasar bagi kelangsungan hidup, pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan kebutuhan gizi bagi bayi. Hal ini selaras dengan terbitnya Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012 yang mewajibkan setiap ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) pada bayinya secara Eksklusif (Suradi, 2004). 1 Pengajar Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Kontribusi Persepsi dan Motivasi Ibu Dalam Meningkatkan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Pedesaan Lilik Hidayanti, Nur Lina Pada tahun 2012 Kemenkes menggelar gerakan Nasional Sadar Gizi (Gernasdarzi) yang intinya adalah menuju Manusia Indonesia Prima dengan harapan kondisi sehat, cerdas, dan produktif. Prosesnya dimulai dengan istilah periode 1000 hari pertama kehidupan (the first thousand days) atau masa emas, yaitu dari masa terbentuknya janin sampai usia 2 tahun yang merupakan periode kritis, karena gangguan tumbuh kembang pada periode tersebut akan berdampak permanen dan tidak bisa diperbaiki pada masa-masa berikutnya (Roesli , 2012). Ada beberapa kendala dalam pemberian ASI Eksklusif yaitu ibu tidak percaya diri bahwa dirinya mampu menyusui dengan baik sehingga mencukupi seluruh kebutuhan gizi bayi. Hal ini antara lain disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu karena rendahnya status pendidikan ibu, kurangnya dukungan keluarga serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang manfaat pemberian ASI Eksklusif. Selain itu kurangnya dukungan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung keberhasilan ibu dalam menyusui bayinya (Mahfudin, 2012). Oleh karena itu, adanya motivasi yang kuat serta usaha yang dilakukan terus menerus oleh ibu untuk dapat memberikan ASI kepada bayinya sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif (Setyawati & Sutrisminan, 2012). Di samping itu persepsi seorang ibu yang menyakini bahwa produksi ASI nya kurang atau ibu merasa ASI nya tidak mencukupi kebutuhan bayi, dapat menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif. Padahal apabila ibu merasa yakin bahwa sebenarnya ASInya cukup dan menghilangkan persepsi bahwa ibu kurang yakin dapat memproduksi ASI yang cukup dapat membantu meningkatkan keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif (Lestari, 2012). Hal ini disebabkan karena apabila pa

Recently converted files (publicly available):