• Document: DASAR-DASAR THEOLOGIA WESLEYAN-ARMINIAN
  • Size: 620.73 KB
  • Uploaded: 2018-12-07 19:44:06
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

DASAR-DASAR THEOLOGIA WESLEYAN-ARMINIAN Oleh MILDRED BANGS WYNKOOP DASAR-DASAR THEOLOGIA WESLEYAN-ARMINIAN Oleh Mildred Bangs Wynkoop Panitia Redaksi: Pdt. Raymond L. Couey Pdt. Michael P. McCarty Pdt. Robert D. McCroskey PRAKATA Tujuan utama dari pada pelajaran d i dalam buku ini ialah untuk memberikan penjelasan dan penekanan terhadap doktrin kekudusan. Oleh karena itu, soal kekudusan ini tidak disoroti secara dogmatis, tetapi dari segi sejarah. Didalam membahas subyek ini, sebenarnya banyak sekali konsep pemikiran theologis yang jalin-menjalin satu sama lain; namun didalam buku ini yang diberi sorotan tajam ialah adanya kontras antara: 1 - teori predestinasi 2 - konsep Wesleyan tentang pengudusan Banyak keberatan yang d i kemukakan terhadap Wesleyan-Armin ianisme muncul dari pada ketegangan akibat dua konsep yang berbeda tadi. Pengertian-pengertian yang keliru mengenai doktrin pengudusan merupakan penghalang besar terhadap doktrin ini, meskipun sumber dari kesalah-pengertian ini tidak disadari. Banyak "khotbah-khotbah kekudusan" memberikan dukungan terhadap pertentangan ini, karena para pengkhotbahnya tidak mengetahui apakah yang sebenarnya menyebabkan ketegangan itu Oleh sebab itu alangkah indahnya kalau buku ini dapat memberikan sumbangan yang berupa satu langkah maju menuju saling mengerti satu sama lain, yang tentunya amat didambakan itu. Meskipun sorotan kita dalam buku ini berpusat pada konsep predestinasi-pengur dusan, namun perlu juga diadakan penyelidikan terhadap konsep-konsep pemikiran yang erat hubungannya, sehingga kita dapal memperoleh pengertian yang sebenarnya. Banyak dari pada konsep pemikiran tersebut yang seharusnya di beri perhatian yang jauh lebih luas, namun didalam studi ini masing- masing dibatasi, yaitu hanya yang mempunyai kaitan langsung dengan pokok pembahasan, itulah yang kita pelajari Sedangkan perhatian ini dalam hubungan yang sebenarnya adalah bertalian dengan studi kita. Adalah merupakan patokan kita, bahwa sikap membenarkan diri secara theologis, menunjukkan adanya kekurangan akan pengertian yang sebenarnya dan juga merupakan suatu kegagalan untuk melihat satu segi kebenaran yang dianutnya, dalam hubungan yang wajar dengan kosoluruhan penyalaan Allah. Studi ini dimulai dongan menguraikan sejarah perkembangan berbagai jenis teori predestinasi dan pertikaian-pertikaian berhubungan dengan adanya leori-leori i lu. Teori-teori predesti nasi muncul sebagai suatu pembelulan terhadap ajaran-ajaran yang tidak terarah, dan konsep-konsep tentang anugerah serta keadaan manusia yang tidak Alkitabiah, yang terdapat didalam gereja Tuhan. Didalam pertikaian yang ter jadi, tujuan yang sebenarnya dari pada pengudusan, yang didukung oleh gereja Katolik yang mula-mula dan humanisme Kristen, telah dislewengkan. Dalam usahanya untuk membetulkan pandangan yang keliru tentang sifat dari pada gereja, predestinasi lambat-laun berhadapan sebagai lawan dari pada doktrin pengudusan (yang kemudian dijelaskan oleh Wesley), bahkan kemudian akhirnya menjadi sualu jalan keselamatan yang sangat bertentangan dengan konsep Wesleyan-Arminianisme. Bagian selanjutnya dari pada studi didalam buku ini, membahas tentang ciri-ciri khas pengajaran Calvinisme (tinggi dan rendah), Arminianisme, Injili dan liberal; Wesleyanisme, Wesleyan- Arminianisme, serta beberapa variasi dan kombinasi dari pada konsep-konsep pandangan ini. Pada bagian akhir, secara kritis dipelajari pelbagai ketegangan theologis yang penting artinya untuk subyek studi kita. Ketegangan-ketegangan ini terjadi, oleh karena adanya faktor filsafat yang dibawa oleh kaum Calvinists dan Wesleyan-Arminian, masuk kedalam subyek yang diperbincangkan. Kedaulatan Allah dan kebebasan manusia, adalah merupakan batu fondasi dari pada struktur theologia, yang menentukan arti dan hubungan dari pada kehendak Allah dan anugerahNya. Dosa manusia dan anugerah Allah didefinisikan berdasarkan konsep pemikiran yang telah diikuti sebelumnya. Hal Ini tak dapat dihindarkan lagi, menjurus kepada sikap-sikao tertentu yang khas mengenai ketetapan-ketetapan ilahi dan keselamatan demi iman, yaitu dua hal menyangkut keselamatan yang tidak dapat dipertautkan satu sama lain. Kesimpulan-kesimpulan yang diambil seseorang pada bagian ini, menetukan konsepnya mengenai karya Roh Kudus didalam hidup orang-orang Kristen, dan menunjukkan secara jelas sekali ciri-ciri khas dari pada dua tradisi theologia yang berlainan itu. Dari pada tiap konsep itu, tampil akibat-akibat praktis yang nyata didalam kehidupan orang-orang Kristen yang menganutnya. Langkah terakhir didalam logika theologia dicapai dalam teori kepastian yang kekal dan jaminan keselamatan, yang meskipun sebenarnya bertentangan satu sama lain, namun dapat memberikan jawaban terhadap kebuluhan manusia, tetapi masing-masing mempunyai akibat dalam hal-hal ethis. Adalah sangat sia-sia kalau memperdebatkan pengudusan melawan predestinasi atau kesaksian Roh terhadap kepastian keselamatan yang tak bersyarat, atau penghapusan dosa melawan pen

Recently converted files (publicly available):