• Document: PENGARUH PENGGUNAAN MEDIAL ARCH SUPPORT TERHADAP PENURUNAN DERAJAT NYERI PADA KASUS PLANTAR FACIITIS
  • Size: 209.97 KB
  • Uploaded: 2018-12-07 06:03:44
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIAL ARCH SUPPORT TERHADAP PENURUNAN DERAJAT NYERI PADA KASUS PLANTAR FACIITIS Marti Rustanti, Sugeng Dwi Wahyu Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Ortotik Prostetik Abstract: medial arch support, plantar faciitis, the degree of pain. Plantar fasciitis can occur as a distinct disease or correlate with underlying disease such as arthritis, ankylosing spondylitis, and idiopathic skeletal hyperostosis diffusa. Plantar Fasciitis is inflammation of the plantar fascia is a ligament in the arch of the foot. This disease occurs when the plantar fascia stretched because of elevation or excessive use, running the wrong way, or the aging process. This disease is also common in people who are overweight. Research Methods is True experimental research design, two groups of pre and post test, measurement tools Visual Analogue Scale (VAS), the patient population in the City of plantar faciitis Karanganyar age 40 sd 60 years, 16 female study subjects 4 men who met the inclusion criteria, divided into two groups of users medial archsupport and a control group without using medial arch support. VAS difference test results before and after using the medial arch support in the treatment group for 2 months on the medial arch support using test paired T-test, showed p = 0.000 (p <0.05 at α 0.05), this means the use of the medial arch support on the condition of plantar faciitis no significant effect. Whereas in the control group, the results of preliminary data analysis and end of the study, using a different test pairwise comparisons, the control group for 2 months without a medial arch support by using the Wilcoxon test, the results obtained p = 0.005 (p <0.05 at α 00:05 ), this means there is a state of VAS values significantly influence the beginning and end of the study. Normality test at post treatment and control groups, the analysis of the beginning and end of the study, using a different test Shapiro Wilk, showed p = 0.170 (p> 0.05 at α 00:05), this means that the state of the VAS value no significant effect at the beginning and end of the study in the treatment group, whereas the control group at p = 0.803 get this result mean VAS values circumstances no significant effect at the beginning and end of the study. Because the data were normally distributed so to do tests on independent T-test and obtained p = 0.000 (p <0.005). Keywords: medial arch support, plantar faciitis, the degree of pain Abstract: medial arch support, plantar faciitis, derajat nyeri. Plantar fasciitis bisa terjadi sebagai penyakit tersendiri atau berkorelasi dengan underlying disease lainnya seperti arthritis, ankylosing spondilitis, dan hiperostosis skeletal idiopatik diffusa. Plantar Fasciitis adalah inflamasi pada fascia plantar yaitu sebuah ligamen pada arkus kaki. Penyakit ini terjadi ketika fascia plantaris teregang karena elevasi atau penggunaan berlebihan, cara berjalan yang salah, atau proses penuaan. Penyakit ini juga sering terjadi pada orang-orang yang kelebihan berat badan. Metode Penelitian true experimental, desain two groups pre and post test, alat ukur Visual Analogue Scale (VAS), Populasi pasien plantar faciitis di Kota 172 Marti Rustanti, Pengaruh Penggunaan Medial Arch 173 Karanganyar usia 40 s.d. 60 tahun, subyek penelitian 16 perempuan 4 laki-laki yang memenuhi kriteria inklusi, dibedakan menjadi dua kelompok pengguna medial archsupport dan kelompok kontrol tanpa menggunakan medial arch support. Hasil uji beda VAS sebelum & sesudah menggunakan medial arch support pada kelompok perlakuan selama 2 bulan memakai medial arch support dengan menggunakan uji paired T-test, didapatkan hasil p = 0,000 (p < 0,05 pada α 0.05), ini berarti pemakaian medial arch support pada kondisi plantar faciitis ada pengaruh yang signifikan. Sedangkan pada kelompok kontrol, hasil analisis data awal dan akhir penelitian, dengan menggunakan uji beda pairwise comparisons, pada kelompok kontrol selama 2 bulan tanpa memakai medial arch support dengan menggunakan uji wilcoxon, didapatkan hasil p = 0,005 (p < 0,05 pada α 0.05), ini berarti keadaan nilai VAS ada pengaruh secara signifikan saat awal dan akhir penelitian. Uji normalitas pada post kelompok perlakuan dan kontrol, hasil analisis data awal dan akhir penelitian, dengan menggunakan uji beda shapiro wilk, didapatkan hasil p = 0,170 (p > 0,05 pada α 0.05), ini berarti keadaan nilai VAS tidak ada pengaruh secara signifikan saat awal dan akhir penelitian pada kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol di dapatkan hasil p = 0,803 ini berarti keadaan nilai VAS tidak ada pengaruh secara signifikan saat awal dan akhir penelitian. Karena data berdistribusi normal sehingga di lakukan uji independent T-test dan di peroleh p = 0,000 (p < 0,005). Kata kunci: medial arch support ,plantar faciitis, derajat nyeri. Kemajuan ilmu dan teknologi merupakan penyangga kuat badan yang berdampak perubahan pada segala dinamis untuk melakuk

Recently converted files (publicly available):