• Document: TEORI DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMERINTAHAN
  • Size: 3.66 MB
  • Uploaded: 2019-06-12 15:52:28
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ISSN 2087-2208 TEORI DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMERINTAHAN Oleh: Ismanudin ABSTRAK Konsep dan teori manajemen pemerintahan ataupun manajemen publik terus mengalami perubahan. Hal itu seiring adanya tantangan perubahan lingkungan strategis pemerintahan maupun global, sehingga perlunya pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan berkualitas di segala bidang, di samping adanya perubahan paradigma dalam pelayanan publik saat ini. Tulisan ini membahas bagaimana konsep dan teori manajemen pemerintahan (publik) guna memahami dan mengetahui konsep-konsep dan teori-teori yang relevan dalam penyelenggaraan manajemen publik (pemerintahan) dewasa ini. Kata Kunci: Manajemen, Manajemen Pemerintahan, dan Manajemen Publik PENDAHULUAN Konsep dan teori manajemen pemerintahan ataupun manajemen publik dewasa ini semakin menarik untuk dikaji dan dipelajari. Hal ini salah satunya selain karena adanya tuntutan dan tantangan akan pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan berkualitas di segala bidang, juga adanya perubahan paradigma dalam pelayanan publik saat ini. Tulisan ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan, bagaimana konsep dan teori manajemen pemerintahan (publik)?Adapun tujuannya adalah untuk memahami dan mengetahui konsep-konsep dan teori-teori yang relevan dalam penyelenggaraan manajemen publik (pemerintahan) tersebut. PEMBAHASAN a. Dasar dan Prinsip Umum Manajemen Mengawali bahasan tentang Teori Manajemen secara umum, bahwa dasar dan prinsip telah dikemukakan George R.Terry (dalam Suradinata, 1996:14-19) bahwa: “Management is the accomplishing of the predetermined, obyective through the efforts of other people.”(Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui/bersama orang lain) ...”Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating and controlling, utiliting in each both science and art, and followed in order to accomplish predetermined obyectives”. (Manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan balk ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya)”. Selanjutnya Ermaya (2001:17) mengemukakan prinsip-prinsip umum manajemen sebagai berikut: 1) Kewenangan dan tanggung jawab (authority and responsibility). 2) Pembagian kerja (division of work). 3) Kesatuan perintah (unity of command). 4) Disiplin dan kesatuan arah ( unity of direction ) 5) Sistim penggajian (remuneration of personil sistem). 6) Pengabdian kepentingan sendiri pada kepentingan umum. 7) Mekanisme kerja atau jenjang (chierarchi). 8) Sentralisasi atau pemusatan. 9) Stabilitas kondisi karyawan dalam organisasi. 10) Kejujuran dan keadilan. 11) Semangat persatuan dan kesatuan tim kerja. 12) Inovasi, inisiatif / prakarsa. 13) Keamanan. Dari teori dasar tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen pada dasamya adalah FISIP UNWIR Indramayu 43 JURNAL ASPIRASI Vol. 5 No.1 Agustus 2014 keseluruhan proses dari berbagai upaya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan orang lain atau bersama orang lain mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan. Menurut George R.Terry dan L.W Rue (dalam G.A.Ticoalu 2003:1-7), menjelaskan bahwa “manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang kearah tujuan organisasional untuk maksud yang nyata.” Dengan pengertian tersebut terdapat lima macam pendekatan utama yang dapat membantu dalam penelitian manajemen dengan memperkirakan perkembangan dan kegunaannya, yaitu pendekatan: (1) operasional, (2) perilaku manusia, (3) sistem sosial, (4) sistem-sistem, (5) kuantitatif. Kelima pendekatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Pendekatan operasional; menganalisis manajemen dari sudut pandang apa yang dikerjakan manajer untuk memenuhi persyaratan sebagai seorang manajer, dengan memusatkan perhatiannya pada fungsi-fungsi dasar manajemen. 2) Pendekatan perilaku manusia; memberi penekanan pada hubunganhubungan antara perorangan dan dampaknya, memberi manajemen berupa metode-metode dan konsep ilmu-ilmu sosial bersangkutan, dengan memperhatikan pengaruh lingkungan serta dampaknya, yang memberikan motivasi pada perilaku manusia. 3) Pendekatan sistem sosial; memandang manajemen sebagai suatu sistem sosial, atau sebagai suatu sistem interrelasi budaya yang berorientasi secara sosiologis dengan berbagai kelompok sosial dan budayanya serta berupaya menyatukan dalam suatu sistem sosial. 4) Pendekatan sistem-sistem; mengembangkan konsep-konsep, sistem-sistem umum bertujuan mengemb

Recently converted files (publicly available):