• Document: PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR PEJOMPONGAN II DENGAN METODE KONVENSIONAL
  • Size: 183.23 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 16:39:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil) Vol. 5 Oktober 2013 Bandung, 8-9 Oktober 2013 ISSN: 1858-2559 PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR PEJOMPONGAN II DENGAN METODE KONVENSIONAL Yurista Vipriyanti1 Heri Suprapto2 1,2 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma, Jakarta 1 oweriris@yahoo.com 2 hsuprapto@staff.gunadarma.ac.id Abstrak Air adalah sumber kehidupan dan menjadi indikasi utama adanya kehidupan di jagad raya. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di DKI Jakarta berdampak pada kebutuhan air bersihnya. Bangunan pengolahan air merupakan wadah pengolahan air baku menjadi air yang layak dikonsumsi dan kemudian didistribusikan ke masyarakat sesuai dengan kawasan distribusi tempat pengolahan air tersebut. Dalam penulisan ini akan direncanakan bangunan pengolahan air untuk daerah distribusi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan II Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode konvensional. Proses perencanaan dimaksudkan untuk mendapatkan bangunan pengolahan air yang mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat pada 10 tahun mendatang. Pada perencanaan ini, kebutuhan air untuk sektor domestik seperti rumah tangga dan hidran umum, serta sektor non domestik. Bangunan pengolahan air yang direncanakan dengan metode konvensional, bak koagulasi dilengkapi alat ukur Thomson, bak flokulator dengan sistem baffle channel, penyaringan dengan sistem saringan cepat pasir dan bak reservoir sementara. Bangunan pengolahan air yang direncanakan sesuai dengan besarnya debit kebutuhan air masyarakat pada 10 tahun mendatang adalah bak koagulasi dengan dimensi 9,6 m x 4,8 m. Sedangkan bak flokulasi memiliki 3 kompartemen dengan lebar bak 46,35 m, 27,65 m dan 18,9 m. Bangunan sedimentasi menggunakan plate settler pada settling zone dengan lebar 36,45 m, inlet dan outlet zone dengan lebar 5,12 m dan pelimpah didalamnya dengan dimensi 245,7 cm x 90 cm. Bangunan filtrasi direncanakan dengan ukuran 7 m x 7 m dengan gutter selebar 50 cm dan reservoir berdimensi 31 m x 31 m dengan 4 kompartemen. Kata kunci : Bangunan, Air, Pengolahan, Konvensional     PENDAHULUAN instalasi pengolahan air bersih serta merencanakan jenis dan dimensi unit Dalam upaya mendukung program fasilitas pengolahan air bersih yang akan pemenuhan kebutuhan air bersih masya- digunakan untuk mengolah air baku. rakat ini diperlukan keterlibatan semua (Dekamulia, 1991). pihak dan juga instansi teknis terkait, Tujuan dari penelitian ini adalah maka penulis melakukan suatu kajian untuk memperoleh prediksi pertumbuhan mengenai pengembangan fasilitas penye- penduduk dan kebutuhan air untuk diaan air bersih bagi penduduk di Kota kawasan terdistribusi pada 10 tahun Jakarta dengan membuat suatu prediksi mendatang sehingga dapat direncanakan mengenai laju kebutuhan air penduduk, bangunan pengolahan air bersih untuk memperkirakan besarnya jumlah kebu- memenuhi kebutuhan air masyarakat tuhan air yang akan diolah dan jenis tersebut. Dan untuk mencapai tujuan T-26 Vipriyanti & Suprapto, Perencanaan Bangunan Pengolahan… Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil) Vol. 5 Oktober 2013 Bandung, 8-9 Oktober 2013 ISSN: 1858-2559 tersebut, maka dilakukan pembatasan Bak koagulasi menggunakan masalah yaitu pada kebutuhan air hanya sistem terjunan dan dilengkapi pada kawasan yang terdistribusi Instalasi alat ukur Thomson. Pengolahan Air (IPA) Pejompongan 2 2. Unit Flokulasi dan metode pengolahan air yang digu- Bak flokulasi dengan sistem baffle nakan adalah metode konvensional. channel dengan kriteria peren- canaan berdasarkan SNI 6774 METODE PENELITIAN 2008. 3. Un

Recently converted files (publicly available):