• Document: Ruang Lingkup Manajemen Konflik
  • Size: 629.93 KB
  • Uploaded: 2019-04-16 12:40:16
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Modul1 Ruang Lingkup Manajemen Konflik Drs.Edi Santosa, S.U. Dr.Lilin Budiati,S.H.,M.M. PEN D A HU L UA N M ata kuliah Manajemen Konflik (IPEM4309) ini merupakan mata kuliah yang mensyaratkan pesertanya telah menempuh (prerequisite) Pengantar Ilmu Politik di Universitas Terbuka. Mata kuliah IPEM4309 ini adalah salah satu materi kuliah wajib dari kurikulum Jurusan Ilmu Politik dan Administrasi Publik. Fokus mata kuliah ini terletak pada teori dan pembelajaran keterampilan di bidang manajemen konflik. Modul 1 ini akan membahas ruang lingkup manajemen konflik. Oleh karena itu, modul ini akan dibagi dalam tiga kegiatan belajar: 1. ruang lingkup manajemen konflik, 2. bentuk-bentuk konflik, 3. kaitan konsensus dan konflik. Pada tujuan instruksional umum Mata kuliah IPEM4309 diharapkan agar mahasiswa dapat menggunakan konsep dan teori manajemen konflik untuk menganalisis fenomena-fenomena konflik yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk kemudian dapat mengelolanya dalam membangun suatu konsensus. Secara lebih spesifik, mahasiswa paham terhadap bentuk-bentuk konflik yang terjadi pada hubungan interpersonal, intrapersonal, serta interpersonal dalam organisasi sosial, politik, bisnis, dan organisasi pemerintah. Pada akhirnya, secara khusus, diharapkan mahasiswa mempunyai keterampilan dalam menerapkan konsep manajemen konflik, baik sebagai ilmu, proses, maupun seni. Pada tujuan instruksional khusus pembelajaran Manajemen Konflik (IPEM4309) modul 1, diharapkan agar mahasiswa memahami konsep teoretis manajemen konflik, bentuk-bentuk konflik, serta kaitan antara konsensus dan konflik. 1.2 Manajemen Konflik  Kegiatan Belajar 1 Ruang Lingkup Manajemen Konflik R uang lingkup (subject matter) kajian manajemen konflik meliputi berbagai aspek yang amat luas karena berkaitan dengan bidang studi ilmu-ilmu sosial lainnya. Pada intinya, pusat perhatian (focus of interest) manajemen konflik meliputi pemahaman tentang teori-teori konflik, metode pendekatan, bentuk-bentuk konflik, sumber konflik, pengelolaan konflik konsensus, dan resolusi konflik. Jika dipahami secara saksama, pusat perhatian manajemen konflik tersebut senantiasa berkaitan dengan masalah sosial lainnya, terutama masalah ekonomi, politik, budaya, psikologi, antropologi, dan sosiologi. Oleh karena itu, keterkaitan manajemen konflik dengan ilmu-ilmu sosial lainnya tidak saja dalam konteks rasionalitas dan empiris, tetapi juga dalam hal isi, substansi, relevansi, dan implikasi masalah konflik yang terjadi, baik pada tingkat personal, interpersonal, maupun kelembagaan. Berdasarkan deskripsi tersebut, dapat disarikan bahwa ilmu manajemen memberi kontribusi yang besar terhadap perkembangan ilmu ekonomi. Ilmu manajemen sebagai cabang ilmu ekonomi memberi andil besar terhadap induknya dan juga terhadap perkembangan ilmu-ilmu sosial lainnya. Hal ini membuktikan bahwa perkembangan ilmu manajemen amat pesat serta selaras dengan dinamika kemajuan zaman dan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks ini, peran dan fungsi manajemen konflik sangat diperlukan. Hal ini dibuktikan oleh begitu banyaknya konsentrasi studi manajemen yang dikemas dengan bidang lain yang lebih spesifik. Berbagai terminologi yang menggunakan label manajemen sangat banyak, antara lain manajemen organisasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen industri, manajemen perusahaan, manajemen organisasi, manajemen tantangan, manajemen bencana, menajemen risiko, manajemen strategis, manajemen pemerintahan, dan manajemen konflik. Terminologi manajemen konflik terdiri atas dua kata, yakni kata manajemen dan konflik. Secara substansial, tentu kedua kata tersebut memiliki makna konseptual dan fungsional. Oleh karena itu, perlu terlebih dahulu ditelaah makna masing-masing kata tersebut dan bagaimana relevansinya antara dua kata tersebut.  IPEM4309/MODUL 1 1.3 A. DEFINISI DAN FUNGSI MANAJEMEN 1. Definisi Manajemen Kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno, ménagement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. Sementara itu, efisien berarti tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesua

Recently converted files (publicly available):