• Document: IMPLEMENTASI STEGANOGRAPHY MENGGUNAKAN ALGORITMA DISCRETE COSINE TRANSFORM
  • Size: 318.49 KB
  • Uploaded: 2018-12-08 19:41:18
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Informatika Polinema ISSN: 2407-070X IMPLEMENTASI STEGANOGRAPHY MENGGUNAKAN ALGORITMA DISCRETE COSINE TRANSFORM Ahmad Adil Faruqi1, Imam Fahrur Rozi2 1,2 Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Malang 1 ahmadadilf@gmail.com, 2 imam.rozi@polinema.ac.id Abstrak Steganography merupakan metode yang berbeda dengan metode kriptografi yang mengubah sebuah informasi kedalam sebuah sandi sehingga tidak dapat dibaca tanpa mengetahui kunci atau sandi yang digunakan, namun keberadaannya tetap diketahui dan tidak disembunyikan. Sedangkan pada steganography informasi akan disembunyikan didalam suatu media pembawa sehingga tak seorangpun yang menyadari bahwa terdapat suatu informasi. Algoritma yang digunakan dalam steganography ini adalah algoritma discrete cosine transform. Steganography menggunakan algoritma discrete cosine transform menghasilkan gambar steganography dengan memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dari gambar aslinya hal ini ditunjukkan dengan besarnya nilai rata-rata hasil peak signal to noise ratio (PSNR) dari tiga gambar yang berbeda yaitu sebesar 37.44 db. Hasil pengujian kompresi gambar steganography, menyimpulkan bahwa pesan dalam gambar hasil steganography menggunakan algoritma discrete cosine transform tahan terhadap kompresi gambar. Kata kunci : steganography, penyisipan informasi, algoritma discrete cosinus transform (DCT) 1. Pendahuluan menggunakan parameter uji berupa nilai Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) untuk mengevaluasi Perkembangan media digital yang pesat dan perbedaan antara citra hasil dan citra aslinya. penggunaannya yang semakin banyak menimbulkan banyak keresahan dalam mengirim suatu informasi. 2. Landasan Teori Salah satu cara untuk mengamankan informasi 2.1 Steganography dengan cara steganography. Steganography merupakan seni dan ilmu menulis pesan tersembunyi Steganography adalah ilmu dan seni atau menyembunyikan pesan dengan suatu cara menyembunyikan pesan rahasia di dalam pesan lain sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada sehinga keberadaan pesan rahasia tersebut tidak seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa diketahui. Steganography berasal dari bahasa Yunani ada suatu pesan rahasia. yaitu steganos yang artinya tulisan tersembunyi Metode ini berbeda dengan metode kriptografi (covered writing). Steganography sangat kontras yang mengubah sebuah informasi kedalam sebuah dengan cryptography. Steganography membutuhkan sandi sehingga tidak dapat dibaca tanpa mengetahui dua properti yaitu media penampung dan pesan kunci atau sandi yang digunakan, namun rahasia berupa karakter atau tulisan. keberadaannya tetap diketahui dan tidak disembunyikan. Sedangkan pada steganography 2.2 Discrete Cosine Transform (DCT) informasi akan disembunyikan didalam suatu media pembawa sehingga tak seorangpun yang menyadari Discrete Cosine Transform adalah sebuah bahwa terdapat suatu informasi. teknik untuk mengubah sebuah sinyal ke dalam Salah satu metode yang digunakan dalam komponen frekuensi dasar. Discrete Cosine penyembunyian pesan ke dalam media gambar adalah Transform merepresentasikan sebuah citra dari Discrete Cosine Transform (DCT). Pada makalah ini, penjumlahan sinusoida dari magnitude dan frekuensi diimplementasikan sistem steganography yang berubah-ubah. Sifat dari DCT adalah mengubah menggunakan DCT dimana informasi yang informasi citra yang signifikan dikonsentrasikan disisipkan berupa teks sedangkan media hanya pada beberapa koefisien DCT. pembawanya berupa gambar. Kelebihan Discrete Cosine Transform merupakan skema steganography menggunakan algoritma DCT yakni lossy compression yang digunakan dalam JPEG pesan rahasia pada gambar akan tetap terjaga kompresi gambar NxN block ditransformasikan dari terhadap kompresi pada gambar. Setelah domain spasial ke domain DCT. DCT menyusun diimplemenasikan, sistem akan diuji dengan sinyal tersebut ke frekuensi spasial yang disebut H a l a m a n | 35 Volume 2, Edisi 1, November 2015 dengan koefisien DCT. Frekuensi DCT yang lebih rendah muncul pada kiri atas dari sebuah matriks DCT, dan frekuensi koefisien DCT yang lebi

Recently converted files (publicly available):