• Document: BAB II TINJAUAN PUSTAKA
  • Size: 665.93 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 15:03:56
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Tugas Akhir Akhmad Faizal 2011310005 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Pengertian Pengelasan Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Menurut Deustche Industry Normen(DIN), pengelasan adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang terjadi dalam keadaan lumer atau cair, dengan kata lain pengelasan adalah penyambungan setempat dari dua logam dengan mengguanakan energi panas. Pengelasan merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses manufaktur. Salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi tanpa tekanan tambahan dan menghasilkan sambungan yang kontinu. II.2 Jenis- Jenis Pengelasan 1. Pengelasan Cair a. Las Busur Listrik (Electric Arc Welding) - Las Flash Butt (Flash Butt Welding) Flash butt merupakan metode pengelasan yang dilakukan dengan menggabungkan antara loncatan elektron dengan tekanan, di mana benda kerja yang dilas dipanasi dengan energi loncatan elektron kemudian ditekan dengan alat sehingga bahan yang dilas menyatu dengan baik. Gambar 2 : [6] Las Flash butt Sumber : Daftar Pustaka Tinjauan Perhitungan Kebutuhan Elektroda Las Pada Bagian Lambung Kapal Perintis 500 DWT 5 Tugas Akhir Akhmad Faizal 2011310005 b. Las Elektroda Terumpan (Consumable Electrode) - Consumable electrode (elektroda terumpan) adalah pengelasan dimana elektroda las juga berfungsi sebagai bahan tambah. Las elektroda terumpan terdiri dari: • Las MIG (Metal Inert Gas) Las Metal Inert Gas (MIG) atau las busur listrik adalah pengelasan dimana panas yang ditimbulkan oleh busur listrik antara ujung elektroda dan bahan dasar, karena adanya arus listrik dan menggunakan elektrodanya berupa gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik. Gambar 3 : [17] Las MIG Sumber : Daftar Pustaka • Las Listrik (Shielded Metal Arc Welding/SMAW) SMAW (Shielded Metal Arc Welding) adalah proses pengelasan dengan mencairkan material dasar yang menggunakan panas dari listrik melalui ujung elektroda dengan pelindung berupa fluks atau slag yang ikut mencair ketika pengelasan. Tinjauan Perhitungan Kebutuhan Elektroda Las Pada Bagian Lambung Kapal Perintis 500 DWT 6 Tugas Akhir Akhmad Faizal 2011310005 Gambar 4 : [13] Pengelasan SMAW Sumber : Daftar Pustaka • Las Busur Terpendam (Submerged Arc Welding/SAW) Prinsip dasar pengelasan ini adalah menggunakan arus listrik untuk menghasilkan busur (Arc) sehingga dapat melelehkan kawat pengisi lasan (filler wire), dalam pengelasan SAW ini cairan logam lasan terendam dalam fluks yang melindunginya dari kontaminasi udara, yang kemudian fluks tersebut akan membentuk terak las (slag) yang cukup kuat untuk melindungi logam lasan hingga membeku. Gambar 5 : [9] Pengelasan SAW Sumber : Daftar Pustaka Tinjauan Perhitungan Kebutuhan Elektroda Las Pada Bagian Lambung Kapal Perintis 500 DWT 7 Tugas Akhir Akhmad Faizal 2011310005 2. Las Tahanan (Resistance Welding) a. Las Titik (Spot Welding) Pengelasan dilakukan dengan mengaliri benda kerja dengan arus listrik melalui elektroda, karena terjadi hambatan diantara kedua bahan yang disambung, maka timbul panas yang dapat melelehkan permukaan bahan dan dengan tekanan akan terjadi sambungan. Gambar 6 : [17] Las titik Sumber : Daftar Pustaka b. Las Kelim ( Seam Welding) Ditinjau dari prinsip kerjanya, las kelim sama dengan las titik, yang berbeda adalah bentuk elektrodanya. Elektroda las kelim berbentuk silinder. Gambar 7 : [17] Las Kelim Sumber : Daftar Pustaka Tinjauan Perhitungan Kebutuhan Elektroda Las Pada Bagian Lambung Kapal Perintis 500 DWT 8 Tugas Akhir Akhmad Faizal 2011310005 c. Las Gas atau Las

Recently converted files (publicly available):