• Document: PENENTUAN KADAR ETANOL PADA ARAK DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS. Determination Ethanol In Arak With Gas Chromatography
  • Size: 97.68 KB
  • Uploaded: 2019-04-16 16:42:22
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENENTUAN KADAR ETANOL PADA ARAK DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS Determination Ethanol In Arak With Gas Chromatography Nyoman Sudarma1, I Made Oka Adi Parwata2 1 Program Studi Analis Kesehatan STIKes Wira Medika Bali 2 Jurusan Kimia MIPA Universitas Udayana ABSTRAK Etanol merupakan salah satu jenis alkohol yang dapat dikonsumsi. Salah satu minuman yang mengandung etanol adalah arak. Akibat minuman yang mengandung etanol dalam kadar yang berlebihan, sudah banyak menyebabkan kejadian seperti tawuran dan kecelakaan akibat mabuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar etanol pada arak yang dijual di Desa Merita Kabupaten Karangasem. Penentuan kadar etanol dilakukan dengan kromatografi gas. Hasil penentuan kadar etanol dari 5 sampel yang diambil secara acak sudah memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh Menkes RI nomor 86/Menkes/Per/IV/77 yang meliputi, minuman keras golongan B dengan kadar 5 - 20% yaitu pada sampel a dengan kadar 18,47%, sampel c dengan kadar 16,11%, dan sampel d dengan kadar 11,68%. Sedangkan minuman keras golongan C dengan kadar 20 - 55% yaitu pada sampel b dengan kadar 25,28%, dan sampel e dengan kadar 25,94%. Kata kunci : Kromatografi Gas, Etanol, Arak ABSTRACT Ethanol is a type of alcohol that can be consumed. One of drinks containing ethanol is Arak. Due to ethanol drink containing in excessive levels, has many causes and event such as accidents caused by drunken brawl. The purpose of this 126 research was to determine the levels of ethanol in Arak is sold in the Merita village of Karangasem regency. Determination levels of ethanol done by gas chromatography. Results of the determination of levels ethanol of 5 samples taken at random to meet the standard required by Menkes RI number 86/Menkes/Per/IV/77, alcohol group B at the rate of 5-20% is sampel ‘a’ that is at the rate of 18.47%, sample ‘c’ with the rate of 16.11% and sampel ‘d’ with the rate 11.68%. Alcohol group C with 20-55% rate that is in the sample ‘b’ with a sample rate of 25.28% and sampel ‘e’ with the rate 25.94%. Key words: Gas chromatography, Ethanol, Arak --------------------------------------------------------------------------------------------------- Alamat Korespondensi : Jalan Tukad Balian Renon Gang 2 No 10 Denpasar Selatan Email : sudarma841@gmail.com --------------------------------------------------------------------------------------------------- PENDAHULUAN Minuman merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Pada umumnya manusia mengkonsumsi air putih yang bersih, jernih, dan steril sebagai minuman utama yang baik untuk kesehatan. Minuman umumnya berbentuk cair, namun ada pula yang berbentuk padat seperti es krim atau es lilin. Di Indonesia jenis minuman sangat beragam, salah satu diantaranya yaitu minuman beralkohol (Winarti, 2006). Salah satu minuman yang mengandung alkohol adalah arak. Arak merupakan minuman yang mengandung alkohol (etanol) yang telah dikenal di India, Srilanka dan Indonesia sejak zaman purba. Pada umumnya arak dibuat dari nira kelapa, nira aren maupun nira lontar, namun ada pula arak yang terbuat dari beras atau beras ketan dengan proses fermentasi. Spesifikasi minuman ini berupa cairan jernih, tidak berwarna, citarasa alkohol yang kuat (Anom,2009). Indonesia memiliki peraturan tentang alkohol, mengingat banyaknya produk minuman yang berada di pasaran yang mengandung alkohol (etanol) salah satunya 127 terdapat pada arak. Produksi minuman keras di Indonesia umumnya dilarang, namun berbeda dengan yang ada di Bali. Arak justru dijadikan salah satu oleh- oleh bagi para wisatawan yang datang ke Bali. Selain dikonsumsi untuk minum dan sebagai bagian dari sesajen upacara keagamaan, arak juga diyakini dapat dijadikan obat boreh atau penghangat untuk menghilangkan rasa gatal. Arak terus tumbuh dan berkembang dikonsumsi masyarakat lokal dan wisatawan asing. Tetapi perlu dikhawatirkan arak yang beredar di masyarakat secara bebas tanpa adanya pengawasan dari pemerintah daerah setempat, dan tidak ada etiket yang jelas mengenai berapa kandungan alkohol yang ada di dalamnya (Anom, 2009). Alkohol merupakan suatu senyawa kimia yang mengandung gugus -OH. Alkohol yang terdapat dalam minuman beralkohol atau minuman keras adalah etil-alkohol atau etanol. Alkohol diperoleh dari peragian atau fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan atau destilasi dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100% (Dewi, 2008). Menurut Permenkes RI No.86/Menkes/Per/IV/77 tentang minuman keras, yang dimaksud dengan minuman keras adalah semua jenis minuman beralkohol, tetapi bukan obat, meliputi min

Recently converted files (publicly available):