• Document: KONSEP QIYAS DALAM TRANSAKSI EKONOMI MONEY CHANGER
  • Size: 243.97 KB
  • Uploaded: 2019-05-16 17:10:12
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Anni Muslimah Purnamawati, Ekomadania Volume 1. Nomor 1. Juli 2017 KONSEP QIYAS DALAM TRANSAKSI EKONOMI MONEY CHANGER Anni Muslimah Purnamawati Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan Email: annimuslimahpurnamawati@gmail.com Abstrak Tukar menukar uang dalam Islam adalah al-Sarf (money changer). Dimana seacara ushul fiqih bisa di artikan sebagai jual beli alat bayar (emas dengan emas, perak dengan perak, dan mata uang ) dengan alat bayar sejenis atau beda jenis. Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam pertukaran uang, dalam kasus pertukaran uang (al-Sarf), hukum yang berlaku antara lain : Harus sama nilai nominalnya, (jika uangnya sama). misalnya rupiah dengan rupiah. dan harus kontan/cash, (jika uangnya berbeda). seperti dolar Amerika dengan rupiah, dan sebagainya. Salah satu bentuk penerapan sumber hukum Islam pada sistem transaksi money changer yang sesuai dengan menggunakan ushul fiqih, yakni Qiyas. Al-qiyas adalah suatu usaha untuk mengkategorikan suatu makna (cabang) kepada makna lain (pokok), karena makna cabang itu ada kemiripannya dengan makna pokok, kemudian diproyeksikan, baik sifat (‘illat) hukum cabang tersebut lebih utama atau serupa. Sehingga para fuqaha memproyeksikan alat pembayaran yang lumrah digunakan saat ini (uang) bisa diqiyaskan seperti halnya alat-alat pembayaran sebelumnya (emas, perak, gandum, jagung, kurma, dan garam) dalam transaksi tukar menukar barang secara hukum islam. Dengan catatan nilai nominalnya harus sama, serta dilakukan secara kontan (on the spot). Kata Kunci : Qiyaz, al-Sarf, Money Changer Abstract The exchange of money in Islam is al-Sarf (money changer). In the perspective of usul fiqh, it can be interpreted as buying and selling tools of payment (gold with gold, silver with silver, and currency) with similar or different type of payment. There are some important things that need more attention in the exchange of money. In the case of money exchange (al-Sarf), the applicable laws are it sould be the same nominal value, (if the money is the same in value) such as rupiah with rupiah. and it also should be cash, (if the money is different) such as American dollars with rupiah, and so on. One of the application forms of Islamic legal sources on money changer transaction system in accordance with ushul fiqih is qiyas. Al-qiyas is an attempt to categorize a meaning (branch) to another meaning (principal), because the meaning of the branch is similar to the basic meaning, then it’s projected, whether the character (illat) of the branch's law is more mainstream or similar. So the fuqahas project the usual means of payment to use today (money) can be legally categorized to the previous means of payment (gold, silver, wheat, corn, dates, and salt) in the Konsep QIYAS |115 of 133 Anni Muslimah Purnamawati, Ekomadania Volume 1. Nomor 1. Juli 2017 transaction of exchange of goods in Islam. With a note the nominal value should be the same and done in cash (on the spot). Keywords: Qiyaz, al-Sarf, Money Changer Ekomadania : Journal of Islamic Economic and Social Volume 1. Nomor 1. Juli 2017: p-ISSN 2579-4515, e-ISSN 2579-5759 Konsep QIYAS |116 of 133 Anni Muslimah Purnamawati, Ekomadania Volume 1. Nomor 1. Juli 2017 Pendahuluan Sistem ekonomi kapitalis, uang dianggap sebagai salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan, selain tentunya berfungsi sebagai alat tukar dan pengukuran nilai suatu barang atau jasa tertentu. Layaknya barang komoditas, uang, dalam sistem kapitalis, memiliki sebuah harga. Sehingga, jika seseorang ingin meminjam uang dari orang yang lain, maka ia harus bersedia membayar harga dari uang tersebut. Inilah yang dikenal dengan interest atau bunga uang. Sementara dalam perekonomian Islam uang memiliki fungsi sebagai alat tukar dan pengukur nilai, tetapi tidak sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan. Hal ini karena uang dalam bentuk aslinya tidak lahmemiliki harga sama sekali, selembar kertas atau sekeping logam. Uang baru akan bernilai jika sudah ditukarkan ke dalam bentuk aset yang riil atau untuk membayar jasa yang diterima oleh si pemilik uang. Ekonomi modern tidak akan pernah mencapai tingkat pengembangannya tanpa adanya uang. Uang dalam roda pembangunan ekonomi ibarat sebagai “roda” dalam putaran industri. Ekonomi modern dengan semua kompleksitasnya dan interdependensinya tidak dapat dipisahkan dengan media alat tukar, yaitu uang. Kajian Islam dapat menuntun manusia hidup bahagia di dunia dan akhirat. Selain itu, uang masuk dalam lapangan hukum muamalah, termasuk pengaturan mengenai pertu

Recently converted files (publicly available):