• Document: BAB III METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN PERIOD ORDER QUANTITY
  • Size: 404.5 KB
  • Uploaded: 2018-11-01 12:03:57
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB III METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN PERIOD ORDER QUANTITY A. Penentuan Ukuran Pemesanan (Lot Sizing) Lot sizing merupakan teknik dalam meminimalkan jumlah barang yang akan dipesan, sehingga dapat meminimalkan total biaya persediaan (Rangkuti, 2007). Objek utama dalam manajemen persediaan adalah untuk menghitung tingkat persediaan yang optimum sesuai dengan jumlah permintaan dan kapasitas dari perusahaan. Penentuan lot sizing yang paling efisien bagi suatu perusahaan adalah hal yang cukup sulit karena sangat bergantung pada hal-hal seperti berikut : 1. Variansi dari kebutuhan 2. Ukuran periode yang tepat (mingguan, bulanan, atau tahunan) 3. Perbandingan biaya dalam kebutuhan persediaan Hal inilah yang dapat mempengaruhi keefektifan dan keefesienan antara metode yang satu dengan metode lainnya. Oleh karena itu harus ada perbandingan penggunaan metode untuk melihat metode yang tepat bagi perusahaan. Dalam lot sizing terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Diantaranya metode economic order quantity (EOQ) dan metode period order quantity (POQ). B. Metode Economic Order Quantity (EOQ) Metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu metode dalam manajemen persediaan yang klasik dan sederhana. Perumusan metode EOQ pertama kali ditemukan oleh FW Harris pada tahun 1915, tetapi metode ini sering disebut EOQ Wilson Karena metode ini dikembangkan oleh seorang peneliti bernama Wilson pada tahun 1934. Metode ini digunakan untuk menghitung minimalisasi total biaya persediaan berdasarkan persamaan tingkat atau titik equlibrium kurva biaya simpan dan biaya pesan (Divianto, 2011). Metode EOQ mengasumsikan permintaan secara pasti dengan pemesanan yang dibuat secara konstan serta tidak adanya kekurangan persediaan. Hal ini pun Ari Setiawan, 2014 Analisis Perbandingan Metode Perusahaan, Economic Order Quantity Dan Period Order Quantity Dalam Mengoptimalisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 20 dikemukakan oleh Rangkuti (2007) tentang asumsi yang harus dipenuhi dalam metode EOQ, yaitu : 1. Tingkat permintaan datang secara konstan, berulang-ulang dan diketahui. 2. Tidak diperbolehkan terjadinya kehabisan persediaan 3. Bahan yang dipesan dan diproduksi pada satu waktu 4. Biaya pemesanan setiap unit adalah konstan 5. Barang yang dipesan tunggal Tetapi dalam kenyataannya asumsi-asumsi di atas tidak dapat dipenuhi semuanya, karena kondisi dan keadaan yang terkadang bisa terjadi tiba-tiba. Oleh karena itu metode EOQ mengalami pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi dan keadaan dari perusahaan itu sendiri. Tapi secara umum metode EOQ dapat dirumuskan sebagai berikut : √ ...(3.1) Keterangan : P : Biaya setiap kali memesan D : Tingkat permintaan (demand) perhorizon waktu perencanaan S : Biaya penyimpanan perhorizon waktu perencanaan Economic Order Quantity di gambarkan sebagai berikut : Tingkat persediaan Pesanan diterima Economic Oerder quantity Gambar 3.1 Metode Economic Order Quantity Sumber : Handoko, 2000. Ari Setiawan, 2014 Analisis Perbandingan Metode Perusahaan, Economic Order Quantity Dan Period Order Quantity Dalam Mengoptimalisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 21 Keterangan : R : Reorder Point L : waktu tunggu (lead time) Q : Jumlah persediaan D : Tingkat permintaan (demand) perhorizon waktu perencanaan Perumusan metode EOQ didapat dari penurunan biaya total. Karena tujuan utama dari penggunaan metode EOQ adalah untuk meminimumkan total biaya persediaan yang mencakup biaya pembelian, biaya simpan bahan baku dan biaya pengadaan. Untuk biaya total dapat dinyatakan sebagai berikut (Rangkuti, 2007) : ...(3.2) Keterangan : BT(Q) : Biaya total TB : Total biaya pembelian TS : Total biaya simpan bahan baku TP : Total biaya pengadaan Dengan , maka persamaan (3.2) dapat di transformasikan ke dalam bentuk lain menjadi : ...(3.3) Keterangan: B : Harga pembelian bahan perunit D : Tingkat permintaan (demand) perhorizon waktu perencanaan S : Biaya penyimpanan perhorizon waktu perencanaan Q : Frekuensi permintaan P : Biaya setiap kali memesan Persa

Recently converted files (publicly available):